Web Hosting
ZMedia Purwodadi

“Sekolah Kotor, Laporan Data Bagus"Dedi Mulyadi Geram dan merasa dibohongi, Sistem Pendidikan Jabar Disorot Keras

Table of Contents
Emosi Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi memuncak saat melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke sejumlah sekolah di Kabupaten Subang. 

Harapan melihat lingkungan pendidikan yang layak justru berbanding terbalik dengan kenyataan di lapangan terlihat sekolah kotor, tak terawat, dan jauh dari kata nyaman untuk proses belajar.


Sidak tersebut menyasar SMAN 2 Subang dan SMKN 2 Subang. Di lokasi pertama, Dedi Mulyadi tampak geram melihat kondisi sekolah yang dinilai memprihatinkan. 


Atap bangunan yang bocor dibiarkan begitu saja, lingkungan terlihat kumuh, dan fasilitas seperti tempat sampah tidak layak digunakan.

Kondisi serupa juga ditemukan di SMKN 2 Subang. Sekolah yang seharusnya menjadi tempat mencetak generasi siap kerja justru tampak semrawut dan tidak tertata rapi. 

Ironisnya, sekolah tersebut memiliki jurusan pertanian, namun tidak dimanfaatkan untuk pengolahan sampah menjadi pupuk.

Temuan lain yang membuat prihatin adalah kondisi toilet siswa yang kotor dan tidak terawat. Hal ini dinilai bertolak belakang dengan citra siswa yang tampil rapi dan disiplin sebagai taruna.

“Seragam siswanya bagus, tapi didalamnya seperti ini, ini tidak bisa dibiarkan,” tegas Dedi.

Sebagai langkah cepat, Gubernur langsung memberikan bantuan berupa mesin potong rumput dan tempat sampah untuk mendukung kebersihan di lingkungan sekolah, khususnya di SMKN 2 Subang.

Namun yang paling mengejutkan terjadi saat Dedi berdialog langsung dengan siswa kelas XII. Ia menanyakan apakah mereka sudah mendapatkan informasi atau peluang kerja dari perusahaan besar seperti BYD dan VinFast ? 

Jawaban para siswa justru membuatnya semakin kecewa, tidak ada informasi yang mereka terima.

Kekecewaan itu memuncak ketika Dedi mengungkap bahwa selama ini laporan yang diterimanya dari pihak terkait selalu menyatakan kondisi baik-baik saja. 

Tanpa menunggu lama, ia langsung menghubungi Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Barat untuk meminta perbaikan menyeluruh.

“Saya tidak mau lagi ada laporan bagus kepada saya, tapi kenyataannya di lapangan buruk. Benahi sistem ini dalam satu minggu!” tegasnya.

Sidak ini menjadi tamparan keras bagi sistem pengelolaan pendidikan di Jawa Barat. Dedi Mulyadi menegaskan komitmennya untuk memastikan sekolah tidak hanya baik dalam laporan, tetapi juga nyata dirasakan manfaatnya oleh siswa.

Peristiwa ini sekaligus menjadi pengingat bahwa kualitas pendidikan bukan hanya soal kurikulum, tetapi juga lingkungan yang layak, bersih, dan mendukung masa depan generasi muda.
www.domainesia.com
Web Hosting
DomaiNesia
DomaiNesia