Notification

×

Iklan

Iklan

172 Perlintasan Sebidang Akan Ditutup, Pemerintah Perkuat Sistem Keselamatan

5 Mei 2026 | Mei 05, 2026 WIB Last Updated 2026-05-05T14:07:04Z

Pemerintah terus memperkuat upaya peningkatan keselamatan di perlintasan sebidang kereta api. Dari total 3.674 perlintasan yang tersebar di berbagai wilayah, sebanyak 1.810 titik kini menjadi fokus penanganan serius lintas sektor.

Dalam langkah konkret, sebanyak 172 perlintasan diarahkan untuk ditutup secara bertahap, sementara 1.638 titik lainnya akan ditingkatkan aspek keselamatannya melalui berbagai intervensi teknis dan operasional.



Data kecelakaan menjadi alarm keras. Sepanjang periode 2023 hingga 2026, tercatat sebanyak 948 korban kecelakaan di perlintasan sebidang. Fakta yang lebih mengkhawatirkan, sekitar 80 persen insiden tersebut terjadi di perlintasan yang belum memiliki penjagaan resmi.

Untuk menjawab tantangan tersebut, pemerintah menggelar kick off meeting yang melibatkan sejumlah pihak strategis, di antaranya Kementerian Perhubungan, Direktorat Jenderal Perkeretaapian (DJKA), Badan Pengelola BUMN (BP BUMN), Danantara, serta Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT).

Kolaborasi lintas sektor ini menjadi fondasi dalam memperkuat sistem penanganan berbasis data dan teknologi. Sejumlah langkah konkret mulai dijalankan, mulai dari peningkatan jumlah petugas penjaga, penguatan sistem komunikasi, pemasangan CCTV, hingga penyediaan panic button untuk kondisi darurat di titik-titik rawan.

Tak hanya itu, pengembangan teknologi Automatic Train Protection (ATP) juga menjadi bagian dari strategi jangka panjang. Sistem ini dirancang untuk meningkatkan respons kereta terhadap potensi bahaya di jalur, sehingga dapat meminimalisasi risiko kecelakaan.

Langkah terpadu ini diharapkan mampu menekan angka kecelakaan sekaligus memberikan rasa aman bagi masyarakat yang melintas di perlintasan sebidang.

Pemerintah menegaskan, keselamatan bukan hanya tanggung jawab institusi, melainkan juga menjadi kesadaran bersama seluruh pengguna jalan.

×
Berita Terbaru Update