Pemerintah Kabupaten Cirebon resmi meluncurkan program pelatihan bahasa dan budaya Jepang bertajuk “From Zero to Hero” untuk masyarakat Kabupaten Cirebon. Program tersebut diluncurkan melalui rapat launching yang digelar di Ruang Rara Santang Setda Kabupaten Cirebon, Senin (18/5/2026).
Program ini merupakan hasil kolaborasi antara Pemerintah Kabupaten Cirebon, Yayasan Dewa Aksara, dan Dinas Ketenagakerjaan (Disnaker) Kabupaten Cirebon sebagai langkah nyata menyiapkan calon tenaga kerja yang akan diberangkatkan ke Jepang.
Sekretaris Daerah Kabupaten Cirebon, Hendra Nirmala, menyebut program tersebut menjadi salah satu strategi pemerintah daerah dalam menekan angka pengangguran dan kemiskinan yang hingga kini masih berada di kisaran 10 persen.
“Program ini diharapkan mampu memotong rantai pengangguran dan kemiskinan, sekaligus meningkatkan pendapatan ekonomi masyarakat secara nyata,” ujar Hendra Nirmala.
Menurutnya, pemerintah daerah terus berupaya membuka akses lapangan pekerjaan seluas-luasnya, termasuk melalui kerja sama penempatan tenaga kerja ke luar negeri yang dinilai memiliki potensi besar dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Targetkan 75 Peserta pada Tahun 2026
Pada pelaksanaan tahun 2026, Pemkab Cirebon menargetkan sebanyak 75 peserta mengikuti program pelatihan tersebut. Peserta diprioritaskan bagi masyarakat Kabupaten Cirebon yang masuk dalam kategori Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS).
Tahapan seleksi administrasi dijadwalkan berlangsung mulai 19 Mei hingga 18 Juni 2026. Setelah lolos administrasi, peserta akan menjalani beberapa tahapan lanjutan seperti pemeriksaan kesehatan atau medical check up (MCU), tes fisik, hingga tes matematika.
Peserta yang berhasil melewati seluruh tahapan seleksi nantinya akan mendapatkan pelatihan intensif secara offline selama tiga bulan di balai pelatihan kerja.
Menariknya, biaya seleksi program tersebut sepenuhnya ditanggung oleh Dinas Ketenagakerjaan Kabupaten Cirebon.
Puluhan Warga Cirebon Sudah Bekerja di Jepang
Kepala Disnaker Kabupaten Cirebon, Novi Hendrianto, mengungkapkan bahwa antusiasme masyarakat terhadap program tersebut cukup tinggi. Pada pelaksanaan tahun 2025 lalu, jumlah pendaftar bahkan mencapai lebih dari 300 orang dari kuota awal sebanyak 130 peserta.
Dari jumlah tersebut, sebanyak 69 peserta mengikuti proses pelatihan. Namun, sekitar 20 peserta memilih mengundurkan diri karena sejumlah faktor, termasuk kondisi kesehatan.
Meski demikian, program tersebut dinilai berhasil karena hingga saat ini sebanyak 48 peserta asal Kabupaten Cirebon telah bekerja di Jepang. Sementara beberapa peserta lainnya masih menunggu tahapan wawancara keberangkatan.
“Peserta yang bekerja di Jepang bisa memperoleh penghasilan minimal sekitar Rp17 juta per bulan dengan masa kontrak kerja selama tiga tahun,” kata Novi Hendrianto.
Program “From Zero to Hero” diharapkan menjadi peluang besar bagi masyarakat Kabupaten Cirebon untuk meningkatkan taraf hidup sekaligus membuka jalan menuju kesempatan kerja internasional.



