Notification

×

Iklan

Iklan

Pelajar Muhammadiyah Tanam Mangrove di Muara Mundu, Pemkab Cirebon Ajak Generasi Muda Jaga Pesisir

30 Juni 2026 | Juni 30, 2026 WIB Last Updated 2026-06-30T00:52:00Z
CIREBON – Upaya menjaga kelestarian lingkungan pesisir terus mendapat dukungan dari berbagai pihak. Pemerintah Kabupaten Cirebon bersama Ikatan Pelajar Muhammadiyah (IPM) Daerah Kabupaten Cirebon menggelar aksi penanaman mangrove di kawasan Wisata Bahari Muara Mundu, Desa Mundu Pesisir, Kecamatan Mundu, Minggu (28/6/2026).



Kegiatan tersebut menjadi wujud kepedulian generasi muda terhadap pelestarian lingkungan sekaligus memperkuat sinergi antara organisasi kepemudaan dan pemerintah daerah dalam menghadapi berbagai persoalan lingkungan di Kabupaten Cirebon.




Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kabupaten Cirebon, Jois Putra, memberikan apresiasi atas inisiatif IPM Kabupaten Cirebon yang menginisiasi kegiatan tersebut. Menurutnya, aksi penanaman mangrove menjadi contoh nyata kontribusi organisasi kepemudaan dalam menjaga kelestarian alam.




Jois mengatakan, selama dirinya menjabat sebagai Kepala Dispora, kegiatan penanaman mangrove yang digagas organisasi kepemudaan merupakan yang pertama di Kabupaten Cirebon. Ia berharap langkah tersebut dapat menginspirasi organisasi lain untuk melakukan aksi serupa.



Menurutnya, persoalan lingkungan tidak dapat diselesaikan hanya oleh pemerintah. Dibutuhkan kolaborasi dengan berbagai elemen masyarakat, termasuk organisasi kepemudaan, agar upaya pelestarian lingkungan berjalan lebih optimal.



Selain itu, Jois juga menyoroti persoalan sampah yang masih menjadi tantangan besar di Kabupaten Cirebon. Ia mengungkapkan produksi sampah masyarakat mencapai sekitar 1.200 ton setiap hari, sementara kemampuan pemerintah daerah dalam menangani sampah baru sekitar 400 ton per hari.



Karena itu, ia menilai kepedulian masyarakat terhadap lingkungan harus terus ditingkatkan melalui berbagai aksi nyata, termasuk kegiatan penghijauan di kawasan pesisir.



Menurut Jois, mangrove memiliki manfaat besar sebagai benteng alami untuk mengurangi risiko abrasi pantai. Penanaman mangrove juga menjadi investasi jangka panjang dalam menjaga ekosistem pesisir dan melindungi kawasan pantai dari dampak perubahan lingkungan.



Sementara itu, Ketua Pimpinan Daerah IPM Kabupaten Cirebon, Rachel Sugiarto, menegaskan bahwa kegiatan tersebut bukan sekadar seremoni, melainkan bentuk komitmen bersama dalam menjaga kelestarian wilayah pesisir.



Ia menjelaskan, mangrove memiliki fungsi penting dalam menjaga keseimbangan ekosistem, mencegah abrasi, sekaligus menjadi habitat berbagai biota laut. Karena itu, penanaman mangrove diharapkan memberikan manfaat jangka panjang bagi lingkungan maupun masyarakat sekitar.



Rachel menambahkan, setiap bibit mangrove yang ditanam merupakan simbol harapan untuk mewujudkan lingkungan yang lebih hijau, lestari, dan berkelanjutan bagi generasi mendatang.



Ia berharap kegiatan tersebut mampu meningkatkan kesadaran masyarakat, khususnya para pelajar, agar semakin aktif melakukan aksi nyata dalam menjaga kelestarian alam dan menjadikan kepedulian terhadap lingkungan sebagai budaya.




Aksi penanaman mangrove ini diikuti peserta Taruna Melati II IPM serta dihadiri perwakilan Pimpinan Daerah Muhammadiyah Kabupaten Cirebon, Pimpinan Pusat IPM Bidang Lingkungan Hidup, Pimpinan Wilayah IPM Jawa Barat, serta unsur majelis di lingkungan Muhammadiyah.



Melalui kegiatan tersebut, IPM Kabupaten Cirebon berharap semangat menjaga lingkungan terus tumbuh di kalangan generasi muda sehingga gerakan pelestarian pesisir dapat berlangsung secara berkelanjutan di Kabupaten Cirebon.


Sumber : Cirebonkab/Diskominfo Kabupaten Cirebon 
×
Berita Terbaru Update