Notification

×

Iklan

Iklan

Bupati Lucky Hakim Tinjau SDN 2 Tugu yang Ambruk, Minta Revitalisasi Sekolah Dipercepat

27 Juli 2026 | Juli 27, 2026 WIB Last Updated 2026-07-26T22:39:24Z


Indramayu – Bupati Indramayu Lucky Hakim meninjau langsung kondisi SDN 2 Tugu, Desa Tugu, Kecamatan Sliyeg, Jumat (24/7/2026), setelah salah satu bangunan sekolah tersebut ambruk pada Kamis (23/7/2026) sekitar pukul 17.00 WIB.



Dalam kunjungannya, Lucky Hakim memastikan keselamatan siswa menjadi prioritas utama sekaligus mendorong percepatan bantuan revitalisasi sekolah dari pemerintah pusat. Ia menilai kondisi SDN 2 Tugu menjadi gambaran masih banyaknya sekolah di Kabupaten Indramayu yang membutuhkan penanganan segera.

Peristiwa ambruknya ruang guru terjadi setelah seluruh kegiatan belajar mengajar selesai. Beruntung, tidak ada guru maupun siswa yang menjadi korban karena bangunan tersebut sebelumnya telah dikosongkan oleh pihak sekolah yang menilai kondisinya sudah berisiko.

Berdasarkan pantauan di lokasi, puing-puing bangunan masih memenuhi ruangan yang roboh. Atap dengan rangka kayu runtuh bersamaan dengan sebagian dinding, menyisakan material bangunan yang berserakan.

Dua ruang kelas yang berada di samping bangunan, yakni kelas V dan kelas VI, turut dikosongkan karena menggunakan konstruksi atap yang sama dan dikhawatirkan mengalami keruntuhan serupa.

Akibat keterbatasan ruang, kegiatan belajar mengajar sementara dilakukan dengan sistem berbagi kelas. Siswa kelas II digabung dengan kelas III, sedangkan siswa kelas IV belajar bersama kelas V. Sementara itu, siswa kelas VI dipindahkan sementara ke bangunan Taman Kanak-Kanak (TK) yang berada di belakang sekolah. Adapun ruang guru untuk sementara dialihkan ke ruang kelas I yang juga difungsikan sebagai perpustakaan.

Lucky Hakim mengatakan, Pemerintah Kabupaten Indramayu telah mengajukan permohonan bantuan kepada Menteri Pendidikan agar revitalisasi sekolah-sekolah dengan kondisi memprihatinkan dapat dipercepat.

Menurutnya, pemerintah daerah akan tetap berupaya melakukan perbaikan sesuai kemampuan anggaran yang dimiliki. Namun, keterbatasan anggaran daerah membuat dukungan pemerintah pusat sangat dibutuhkan mengingat masih banyak sekolah yang memerlukan rehabilitasi.

Ia menegaskan, percepatan revitalisasi sekolah menjadi langkah penting untuk mencegah terulangnya kejadian serupa di sekolah-sekolah lain di Kabupaten Indramayu sekaligus menjamin keselamatan peserta didik dan tenaga pendidik.

Sementara itu, guru SDN 2 Tugu, Arif Budiman, menjelaskan bahwa bangunan sekolah tersebut merupakan Sekolah Inpres yang dibangun pada tahun 1976 dan hingga kini belum pernah mendapatkan rehabilitasi secara menyeluruh.

Selain faktor usia bangunan, sejak tahun 2022 SDN 2 Tugu juga belum memiliki kepala sekolah definitif. Kondisi tersebut dinilai turut memengaruhi proses pengajuan bantuan perbaikan sehingga belum dapat berjalan secara optimal.

Pemerintah Kabupaten Indramayu berkomitmen terus melakukan pendataan dan pemetaan kondisi infrastruktur pendidikan sebagai dasar penentuan skala prioritas penanganan.

Melalui sinergi antara pemerintah pusat, pemerintah provinsi, dan berbagai pemangku kepentingan, Pemkab Indramayu berharap percepatan revitalisasi sekolah dapat segera terealisasi sehingga seluruh peserta didik dapat belajar di lingkungan yang aman, nyaman, dan layak.


Sumber : Diskominfo Kabupaten Indramayu 

×
Berita Terbaru Update