Notification

×

Iklan

Iklan

Dinas Pendidikan Jawa Barat bersama River Cleanup Indonesia dan River Cleanup Belgia memperkuat kolaborasi pendidikan lingkungan

2 Agustus 2026 | Agustus 02, 2026 WIB Last Updated 2026-08-02T12:18:29Z
Dinas Pendidikan (Disdik) Jawa Barat (Jabar) bersama River Cleanup Indonesia dan River Cleanup Belgia memperkuat kolaborasi pendidikan lingkungan melalui pengembangan program berkelanjutan di satuan pendidikan.



Kerja sama tersebut fokus pada penguatan program Plastic Clever School, pengembangan sekolah percontohan (prototype), serta rencana penyusunan Nota Kesepahaman (MoU).

Melalui kolaborasi ini, gerakan kepedulian lingkungan di sekolah diarahkan tidak hanya menjadi aksi seremonial, tetapi menjadi bagian dari proses pembelajaran dan pembentukan karakter peserta didik.

Kadisdik Jabar, Purwanto menyampaikan bahwa program lingkungan di sekolah harus berlandaskan tiga nilai utama, yakni ekologi, sosial, dan spiritual. “Gerakan lingkungan tidak hanya tentang kegiatan bersih-bersih, tetapi bagaimana membangun kepedulian peserta didik melalui pembelajaran dan praktik nyata di lapangan,” ujarnya di Kantor Disdik Jabar, Kota Bandung, Selasa (28/7/2026).

Kadisdik pun menyampaikan apresiasi atas rencana pengembangan program River School di satuan pendidikan Jawa Barat. Selain itu, ia mendorong keterlibatan peserta didik SMA/SMK sebagai relawan serta pengembangan komunitas River Cleanup Indonesia di setiap kabupaten/kota yang dapat diaktivasi sesuai kebutuhan.

Pertemuan tersebut juga membahas peluang kolaborasi melalui program Gandrung Mulasara sebagai ruang sinergi bersama dalam memperkuat gerakan kepedulian lingkungan di Jawa Barat.

Plastic Clever School Dorong Budaya Peduli Lingkungan di Sekolah

Salah satu program yang menjadi fokus kerja sama adalah Plastic Clever School yang ditujukan bagi jenjang SD dan SMP.

Program ini akan dilaksanakan melalui pendampingan berkelanjutan selama satu periode. Sehingga, sekolah mampu membangun budaya peduli lingkungan secara mandiri, bukan hanya melalui kegiatan satu kali aksi.

Dalam implementasinya, setiap sekolah akan menunjuk seorang School Leader atau guru koordinator aksi lingkungan. River Cleanup Indonesia juga menyediakan modul pembelajaran untuk jenjang SD dan SMP, serta perangkat pendukung berupa Teacher Toolkit bagi guru dan Workbook/LKS bagi peserta didik.

Pada tahap awal, program akan diterapkan melalui sejumlah sekolah prototype sebagai model pelaksanaan selama satu tahun. Sekolah percontohan tersebut diharapkan menjadi praktik baik yang dapat menginspirasi sekolah lain untuk mengembangkan program serupa secara mandiri.

Kabupaten Purwakarta diusulkan menjadi lokasi awal pelaksanaan sekolah prototype. Selain itu, pengembangan komunitas River Cleanup Indonesia di setiap daerah menjadi salah satu strategi untuk memperluas dampak gerakan lingkungan hingga seluruh kabupaten/kota di Jawa Barat.

Sinergi World Cleanup Day dan Aksi Lingkungan Sekolah

Kolaborasi juga diarahkan pada pelaksanaan World Cleanup Day (WCD) melalui kegiatan puncak Big Cleanup pada September 2026.

Kegiatan tersebut akan melibatkan peserta didik jenjang SMP dan SMA di tiga titik pelaksanaan, sedangkan aksi lokal dapat dikembangkan melalui kegiatan ekstrakurikuler, komunitas sekolah maupun OSIS.

Saat ini, program River Cleanup Indonesia telah melibatkan 20 sekolah jenjang SD dan tiga kelurahan. Kegiatan sekolah sungai juga rutin dilaksanakan setiap hari Sabtu dengan dukungan tiga unit pendampingan.

Ajak Pelajar Jabar Kurangi Polusi Plastik

Head of Programs and Operations River Cleanup Belgia, Sabine Joukes pun mengajak peserta didik Jawa Barat untuk mengambil peran dalam mengurangi polusi plastik melalui program Plastic Clever School.

“We would be very delighted if you could join our Plastic Clever School program to become more aware of plastic pollution. But it is not only about being aware, it is also about taking action — not only in your school, but also with your friends and within your community. Take the next step, and hopefully, together we can make a difference for the future. You are our future, and together we can make our rivers plastic free,” ujarnya.

Sabine berharap, para pelajar tidak hanya memahami persoalan sampah plastik, tetapi juga mampu melakukan aksi nyata bersama sekolah, teman, dan komunitas.

Pesan tersebut ia sampaikan melalui semangat “Together for Clean Rivers” sebagai ajakan bersama untuk mewujudkan sungai yang lebih bersih dan bebas dari sampah plastik.

Perluasan Kolaborasi

Sementara itu, Project Manager River Cleanup Indonesia, Egar Anugrah menyatakan, tujuan utama kolaborasi ini adalah mengakselerasi gerakan kepedulian lingkungan melalui sinergi berbagai pihak.

“Kolaborasi ini diharapkan dapat dimasifkan hingga menjangkau seluruh wilayah Jawa Barat,” ujarnya.

Ke depan, kerja sama formal antara Dinas Pendidikan Jawa Barat dan River Cleanup Indonesia akan diarahkan melalui penyusunan MoU sebagai landasan penguatan pendidikan lingkungan berkelanjutan.
×
Berita Terbaru Update