Notification

×

Iklan

Iklan

212 Ribu Peluang Kerja Luar Negeri Masih Terbuka, Jabar Perkuat Pelatihan SMK Go Global

15 Oktober 2026 | Oktober 15, 2026 WIB Last Updated 2026-10-15T05:43:38Z
Pemerintah Provinsi Jawa Barat memperkuat kesiapan calon pekerja migran Indonesia melalui program SMK Go Global. Program ini dirancang untuk mencetak tenaga kerja yang terampil, profesional, dan mampu bersaing di pasar kerja internasional, sekaligus memastikan pelindungan sejak sebelum keberangkatan.


Wakil Gubernur Jawa Barat Erwan Setiawan mendampingi kunjungan kerja Menteri Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (P2MI) Mukhtarudin dalam peninjauan program pelatihan SMK Go Global di Universitas Kebangsaan Republik Indonesia (UKRI), Kota Bandung, Jumat (9/10/2026).

Erwan mengatakan, Pemprov Jawa Barat berkomitmen meningkatkan kualitas sumber daya manusia agar calon pekerja migran memiliki kompetensi yang sesuai dengan kebutuhan pasar kerja global.

Menurutnya, persiapan calon pekerja migran tidak cukup hanya mengandalkan keterampilan teknis. Kemampuan bahasa asing, literasi digital, komunikasi, pemahaman budaya negara tujuan, serta pengetahuan mengenai hak dan kewajiban pekerja juga perlu diperkuat.

“Jawa Barat siap mencetak SDM berkelas global. Dan Jawa Barat ingin setiap pekerja migrannya berangkat dengan kompetensi, bekerja dengan martabat, serta pulang membawa kesejahteraan,” kata Erwan.

Ia menegaskan, program pelatihan harus mampu menghasilkan pekerja migran yang tidak hanya siap bekerja, tetapi juga memiliki daya saing dan memperoleh pelindungan yang memadai.

“Kita tidak ingin mencetak pekerja migran yang hanya sekadar siap berangkat kerja. Kita ingin mencetak pekerja migran yang siap bersaing dan terlindungi,” ujarnya.

212.182 Peluang Kerja Luar Negeri Masih Terbuka

Sementara itu, Menteri P2MI Mukhtarudin menyampaikan bahwa peluang kerja di luar negeri masih terbuka luas bagi tenaga kerja Indonesia yang memenuhi kualifikasi.

Berdasarkan data hingga 4 Oktober 2026, tercatat sebanyak 212.182 peluang kerja luar negeri masih terbuka. Dari total 287.291 posisi yang tersedia, sebanyak 75.109 posisi atau 26,14 persen telah terserap, sedangkan 73,86 persen lainnya masih membutuhkan tenaga kerja yang sesuai dengan persyaratan.

Mukhtarudin menjelaskan, program SMK Go Global menjadi salah satu strategi pemerintah untuk menyiapkan tenaga kerja yang memiliki keterampilan sesuai kebutuhan industri internasional.

Program tersebut juga menjadi bagian dari upaya pelindungan pekerja migran dari hulu, yakni melalui peningkatan kompetensi sebelum calon pekerja diberangkatkan ke negara tujuan.

“SMK Go Global merupakan upaya nyata pemerintah untuk menyiapkan Pekerja Migran Indonesia yang terampil, profesional, dan berdaya saing global,” tutur Mukhtarudin.

Ia menambahkan, pembekalan kompetensi diharapkan dapat meningkatkan kesiapan calon pekerja migran untuk bekerja melalui jalur yang legal, aman, dan terlindungi.

Jawa Barat Catat 1.319 Peserta Pelatihan

Berdasarkan data per 8 Oktober 2026, jumlah peserta pelatihan SMK Go Global dari Balai Pelayanan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (BP3MI) Jawa Barat mencapai 1.319 orang. Jumlah tersebut menjadi yang tertinggi sementara dibandingkan wilayah kerja BP3MI lainnya.

Khusus pelatihan di UKRI Bandung, sebanyak 175 peserta mengikuti program yang terbagi dalam sembilan kelas dengan tiga bidang pelatihan.

Bidang pertama adalah operation production dan bahasa Inggris, yang diikuti 57 peserta dalam tiga kelas. Bidang kedua, welder dan bahasa Inggris, diikuti 20 peserta dalam satu kelas. Sementara itu, bidang barista dan bahasa Inggris menjadi program dengan jumlah peserta terbanyak, yakni 98 orang dalam lima kelas.

Mukhtarudin menjelaskan, pelatihan tersebut merupakan program peningkatan kompetensi atau upskilling bagi peserta yang telah memiliki kemampuan dasar sesuai bidangnya.

Melalui pelatihan dan sertifikasi, kemampuan peserta diharapkan semakin memenuhi standar kompetensi serta kebutuhan dunia kerja internasional.

Siapkan Pekerja Migran yang Kompeten dan Terlindungi

Program SMK Go Global diharapkan menjadi jembatan bagi tenaga kerja Indonesia untuk memanfaatkan peluang kerja internasional secara lebih terarah.

Peningkatan keterampilan teknis yang disertai kemampuan bahasa asing, pemahaman budaya, dan pengetahuan mengenai perlindungan pekerja menjadi faktor penting untuk menghadapi persaingan global.

Dengan persiapan yang lebih matang, pemerintah berharap pekerja migran Indonesia dapat memperoleh pekerjaan yang layak, meningkatkan kesejahteraan keluarga, serta terhindar dari risiko penempatan kerja ilegal.

Upaya tersebut sekaligus menegaskan bahwa keberhasilan program penempatan pekerja migran tidak hanya diukur dari jumlah tenaga kerja yang diberangkatkan, tetapi juga dari kualitas kompetensi, keamanan selama bekerja, dan kesejahteraan yang diperoleh.
×
Berita Terbaru Update