Notification

×

Iklan

Iklan

Angka Anak Tidak Sekolah di Jawa Barat Turun 138.989 Anak, Disdik Perkuat Kolaborasi Lintas Sektor

16 Oktober 2026 | Oktober 16, 2026 WIB Last Updated 2026-10-16T06:59:28Z
Dinas Pendidikan (Disdik) Jawa Barat mencatat capaian positif dalam upaya menekan angka Anak Tidak Sekolah (ATS). Hingga Oktober 2026, jumlah ATS di Jawa Barat berhasil turun sebanyak 138.989 anak atau mencapai 21,46 persen.



Kepala Dinas Pendidikan Jawa Barat, Purwanto, mengatakan capaian tersebut telah melampaui target yang ditetapkan. Keberhasilan ini tidak lepas dari kolaborasi berbagai pihak dalam memperluas akses pendidikan bagi anak-anak di Jawa Barat.

Hal itu disampaikan Purwanto seusai memimpin Rapat Koordinasi Bidang Pendidikan bersama Balai Besar Penjaminan Mutu Pendidikan (BBPMP), Kantor Wilayah Kementerian Agama, dinas pendidikan kabupaten/kota, bagian kesejahteraan rakyat, serta sejumlah unsur lintas sektor di Aula Dewi Sartika, Kantor Disdik Jabar, Kota Bandung, Senin (12/10/2026).

“Hari ini kita mengadakan rakor untuk akselerasi penurunan anak tidak sekolah dengan BBPMP, Kanwil Kemenag, Dinas Pendidikan Kabupaten/Kota, Kabag Kesra, dan lintas sektor. Kita bersyukur karena target kita di 2025 sampai hari ini bisa menurunkan angka anak tidak sekolah di Provinsi Jawa Barat melebihi target,” ujar Purwanto.

Berdasarkan data dashboard Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah per 8 Oktober 2026, penurunan ATS di Jawa Barat mencapai 138.989 anak atau 21,46 persen.

Masih Ada 508.615 Anak Tidak Sekolah

Kepala BBPMP Jawa Barat, Komalasari, mengonfirmasi capaian tersebut. Ia menjelaskan, dari jumlah awal atau baseline sekitar 600 ribu anak, angka ATS di Jawa Barat kini tercatat sebanyak 508.615 anak.

Jumlah tersebut mencakup anak-anak yang tidak bersekolah pada berbagai jenjang pendidikan, mulai dari Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD), Sekolah Dasar (SD), Sekolah Menengah Pertama (SMP), hingga Sekolah Menengah Atas (SMA).

Meski angka ATS menunjukkan tren penurunan, jumlah tersebut masih menjadi pekerjaan rumah bagi pemerintah untuk memastikan seluruh anak memperoleh akses pendidikan yang layak.

Karena itu, percepatan penanganan ATS terus didorong melalui koordinasi lintas lembaga, termasuk pemerintah daerah, satuan pendidikan, Kementerian Agama, dan pihak terkait lainnya.

Pangandaran Catat Penurunan Tertinggi

Sejumlah kabupaten dan kota di Jawa Barat mencatatkan penurunan angka ATS yang signifikan. Kabupaten Pangandaran berada di posisi teratas dengan penurunan sebesar 56 persen.

Selanjutnya, Kabupaten Ciamis mencatat penurunan sebesar 42,68 persen, sedangkan Kota Tasikmalaya mencapai 37,36 persen.

Capaian tersebut menunjukkan adanya perkembangan positif dalam upaya memperluas akses pendidikan di daerah. Namun, upaya penanganan tetap perlu dilanjutkan agar anak-anak yang masih berada di luar sistem pendidikan dapat kembali bersekolah.

Purwanto menegaskan, keberhasilan menekan angka ATS merupakan hasil kerja bersama berbagai pihak. Ia mengajak seluruh pemangku kepentingan untuk terus memperkuat sinergi demi menuntaskan persoalan anak tidak sekolah di Jawa Barat.

“Ini kolaborasi antara Kemenag, Dinas Pendidikan Kabupaten/Kota, BBPMP, dan semua pihak yang ikut menyukseskan penurunan ATS di Provinsi Jawa Barat. Kita akan bahu-membahu menyelesaikan ATS di Jawa Barat,” tegasnya.

Pemerintah berharap penguatan koordinasi dan langkah percepatan yang dilakukan secara berkelanjutan dapat memperluas kesempatan anak-anak untuk kembali mengenyam pendidikan.

Dengan masih adanya ratusan ribu anak yang tercatat tidak bersekolah, penanganan ATS menjadi agenda penting untuk memastikan setiap anak di Jawa Barat mendapatkan hak pendidikan dan kesempatan membangun masa depan yang lebih baik.
×
Berita Terbaru Update