Pemerintah Provinsi Jawa Barat terus memperkuat sinergi bersama pemerintah kabupaten/kota dan fasilitas pelayanan terkait untuk meningkatkan akses serta mutu pelayanan dasar bagi masyarakat.
Upaya tersebut dibahas dalam Rapat Koordinasi yang dipimpin langsung Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi. Kegiatan tersebut turut dihadiri para kepala daerah se-Jawa Barat, unsur Dinas Kesehatan, serta perwakilan rumah sakit dari Jawa Barat dan DKI Jakarta.
Rapat koordinasi tersebut membahas sejumlah agenda strategis yang berkaitan langsung dengan kebutuhan dasar masyarakat, khususnya di bidang pendidikan, kesehatan, dan perlindungan tenaga kerja.
Ada empat agenda utama yang menjadi pembahasan dalam rapat tersebut.
Pertama, pemerintah membahas upaya memperluas akses pendidikan bagi masyarakat. Pembahasan ini menjadi bagian dari penguatan pelayanan dasar agar masyarakat memiliki kesempatan memperoleh pendidikan yang lebih mudah dan merata.
Kedua, dilakukan evaluasi terkait upaya penurunan Angka Kematian Ibu (AKI), sekaligus membahas langkah pencegahan dan percepatan penurunan stunting di Jawa Barat.
Ketiga, pemerintah membahas penguatan asuransi ketenagakerjaan bagi tenaga kerja nonformal. Perlindungan tersebut dinilai penting mengingat pekerja sektor nonformal menjadi salah satu kelompok yang membutuhkan akses terhadap jaminan sosial ketenagakerjaan.
Keempat, dilakukan pembahasan dan penandatanganan Perjanjian Kerja Sama layanan dengan sejumlah rumah sakit sebagai bagian dari penguatan akses pelayanan kesehatan.
Melalui koordinasi antara pemerintah provinsi, pemerintah kabupaten/kota, serta fasilitas pelayanan terkait, berbagai program tersebut diharapkan dapat berjalan secara terpadu dan memberikan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat.
Penguatan kolaborasi lintas sektor menjadi salah satu langkah penting untuk memastikan pelayanan dasar, mulai dari pendidikan, kesehatan hingga perlindungan tenaga kerja, dapat semakin mudah diakses masyarakat Jawa Barat.




