Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi menyiapkan Cirebon sebagai lokasi alternatif pusat pemerintahan dan komando darurat apabila gempa akibat aktivitas Sesar Lembang membuat pusat pemerintahan di Bandung tidak dapat beroperasi.
Langkah ini merupakan bagian dari skenario mitigasi bencana Pemprov Jabar untuk memastikan roda pemerintahan dan pelayanan publik tetap berjalan dalam kondisi darurat.
Sekretaris Daerah Jabar, Herman Suryatman, menyebut Cirebon dan Purwakarta diproyeksikan menjadi lokasi pusat komando alternatif. Pemerintah akan menyiapkan ruang operasional, sistem komunikasi, jalur mobilisasi, kendaraan, serta logistik untuk mendukung penanganan bencana.
Selain itu, penguatan pemantauan gempa, pemetaan jalur evakuasi, dan edukasi kebencanaan kepada masyarakat juga menjadi perhatian.
Rencana ini merupakan langkah antisipasi, bukan pertanda gempa akan segera terjadi. Pemerintah menyiapkan berbagai skenario agar penanganan darurat tetap berjalan jika sewaktu-waktu bencana terjadi.




