Notification

×

Iklan

Iklan

Kemnaker Bangun BLK Khusus Disabilitas di Bekasi, Siapkan Pelatihan AI hingga Barista

13 Oktober 2026 | Oktober 13, 2026 WIB Last Updated 2026-10-13T02:02:36Z
Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) tengah membangun Balai Latihan Kerja (BLK) khusus penyandang disabilitas di Balai Perluasan Kesempatan Kerja (BPKK) Bekasi, Jawa Barat. Fasilitas ini disiapkan untuk meningkatkan kompetensi sekaligus memperluas akses penyandang disabilitas ke dunia kerja.


Menteri Ketenagakerjaan Yassierli mengatakan, penyandang disabilitas membutuhkan pelatihan yang sesuai dengan kemampuan individu dan kebutuhan dunia usaha. Selain keterampilan teknis, lingkungan belajar yang inklusif juga menjadi faktor penting dalam mempersiapkan mereka menghadapi proses rekrutmen hingga menjalankan pekerjaan.

“Kami sadar teman-teman disabilitas tidak bisa langsung diserap begitu saja oleh perusahaan. Mereka harus dibekali keterampilan yang memadai,” ujar Yassierli melalui siaran pers Biro Humas Kemnaker, Sabtu (10/10/2026).

Fasilitas Pelatihan Dirancang Inklusif

BLK khusus disabilitas tersebut dibangun dengan gedung dua lantai yang dilengkapi berbagai fasilitas aksesibilitas. Di antaranya jalur landai atau ramp, lift, jalur pemandu atau guiding block, serta toilet khusus penyandang disabilitas.

Fasilitas tersebut dirancang untuk mendukung kemandirian peserta selama mengikuti pelatihan. Ruang pembelajaran juga disiapkan agar dapat mengakomodasi kebutuhan penyandang tunarungu, tunanetra, tunadaksa, maupun disabilitas intelektual.

Pada lantai dasar, tersedia berbagai fasilitas pembelajaran berbasis praktik, seperti Lobby KOS 3 in 1, layanan customer service berbasis biometrik, serta Public Café yang difungsikan sebagai laboratorium pelatihan barista.

Peserta juga dapat memanfaatkan Exhibition & Sales Gallery untuk memamerkan hasil karya dan Public Speaking Lab guna melatih kemampuan komunikasi, termasuk menghadapi wawancara kerja.

Ada Pelatihan AI hingga Batik dan Kerajinan

Tidak hanya berfokus pada keterampilan konvensional, Kemnaker turut menyiapkan pelatihan yang menyesuaikan perkembangan teknologi dan kebutuhan pasar kerja.

Beberapa fasilitas yang disediakan meliputi Digital Skills Lab untuk pelatihan pemrograman berbasis kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI), Batik & Craft Studio untuk keterampilan batik dan kerajinan, serta Laboratorium Terapi Sensori.

Menurut Yassierli, kurikulum pelatihan juga mencakup pembentukan karakter dan pengembangan kecakapan digital. Dengan demikian, peserta diharapkan tidak hanya memiliki kemampuan teknis, tetapi juga kesiapan menghadapi perubahan dunia kerja.

Kemnaker turut menyediakan layanan konseling psikologi karier untuk membantu peserta mengenali potensi diri, membangun kepercayaan diri, serta mempersiapkan mental sebelum memasuki lingkungan profesional.

Untuk mendukung kenyamanan peserta, kawasan pelatihan dilengkapi Healing Garden, musala inklusif dengan fasilitas wudu adaptif, panduan Braille dan audio, serta Playground & Entertainment Zone.

Dunia Usaha Diharapkan Membuka Kesempatan Kerja

Yassierli berharap pembangunan BLK khusus penyandang disabilitas dapat menjadi salah satu upaya memperluas kesempatan kerja yang inklusif di Indonesia.

Namun, keberhasilan program tersebut tidak hanya bergantung pada fasilitas dan pelatihan. Keterlibatan dunia usaha dan berbagai pemangku kepentingan juga diperlukan agar lulusan memiliki peluang untuk memasuki pasar kerja.

Perusahaan diharapkan turut membuka kesempatan bagi penyandang disabilitas sesuai kompetensi dan kebutuhan pekerjaan yang tersedia.

Melalui pelatihan yang terarah, fasilitas yang aksesibel, serta dukungan dunia usaha, penyandang disabilitas diharapkan dapat mengembangkan potensi, meningkatkan kemandirian, dan berpartisipasi secara lebih luas dalam dunia kerja.
×
Berita Terbaru Update