Notification

×

Iklan

Iklan

Pemkot Cirebon Normalisasi 13 Titik Sungai Sepanjang 2026, Upaya Antisipasi Genangan

6 November 2026 | November 06, 2026 WIB Last Updated 2026-11-06T06:41:51Z

CIREBON – Pemerintah Kota Cirebon terus melakukan upaya penataan dan pemeliharaan sungai guna menjaga kelancaran aliran air serta mengantisipasi potensi genangan di sejumlah wilayah. Melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (DPUTR), normalisasi sungai telah dilaksanakan di 13 titik sepanjang tahun 2026.





Kegiatan tersebut merupakan bagian dari program operasional dan pemeliharaan sumber daya air. Penanganan difokuskan pada pembersihan tanaman liar, pengangkatan endapan sedimen, pengerukan, hingga perapihan tebing sungai.


Dalam pelaksanaannya, DPUTR Kota Cirebon menerapkan dua metode normalisasi, yakni menggunakan alat berat dan tenaga manual. Metode tersebut disesuaikan dengan kondisi serta kebutuhan penanganan di masing-masing lokasi.


Sebanyak empat titik sungai ditangani menggunakan alat berat berupa mini excavator. Lokasi tersebut meliputi Sungai Kedungpane di Kelurahan Sukapura, Sungai Kedungmenjangan di Kalijaga, Sungai Kijing di Jalan Gelatik, Kelurahan Larangan, serta Sungai Cikenis di Jalan Gunung Lawu, Kelurahan Larangan.


Pekerjaan menggunakan alat berat mencakup pembersihan badan sungai dan pengangkatan sedimen yang menghambat aliran air. Pada beberapa lokasi, pengerukan juga dilakukan untuk memperlebar badan sungai, kemudian dilanjutkan dengan perapihan bagian tebing.


Sementara itu, normalisasi secara manual dilaksanakan di sembilan titik lainnya. Lokasi penanganan meliputi Kali Cipadu, Kali Sijarak 1, Kali Sijarak 2, Kali Kebat, serta Kali Cikenis.


Sejumlah kawasan yang menjadi sasaran pekerjaan tersebut antara lain Lawanggada, Sunyaragi, Jalan Tentara Pelajar, Jalan Ampera, Jalan Evakuasi, Jalan Kesambi hingga Brigjen Darsono, serta Jalan Ciremai Raya.


Dalam pekerjaan manual, petugas melakukan pembersihan vegetasi liar yang menghambat aliran air, mengangkat endapan sedimen, serta merapikan sisa material di sekitar badan sungai.


Hasil pekerjaan menunjukkan sejumlah aliran sungai yang sebelumnya dipenuhi tanaman liar dan endapan sedimen kini terlihat lebih terbuka dan tertata. Progres penanganan juga terdokumentasi mulai dari kondisi awal, proses pengerjaan, hingga hasil akhir normalisasi.


Melalui kegiatan ini, Pemkot Cirebon berharap kapasitas aliran air dapat terjaga dan berbagai hambatan pada badan sungai bisa dikurangi. Dengan demikian, potensi genangan di kawasan perkotaan, terutama saat intensitas hujan meningkat, dapat diminimalkan.


Selain mengandalkan upaya pemerintah, pemeliharaan sungai juga membutuhkan dukungan masyarakat. Warga diimbau untuk tidak membuang sampah sembarangan ke sungai agar saluran air tetap bersih dan tidak kembali mengalami penyumbatan.


Pemkot Cirebon berupaya menjaga fungsi sungai sebagai salah satu bagian penting dari sistem drainase perkotaan. Kolaborasi antara pemerintah dan masyarakat diharapkan dapat menciptakan lingkungan yang lebih bersih sekaligus mengurangi risiko genangan saat musim hujan.

×
Berita Terbaru Update