Notification

×

Iklan

Iklan

Kampung Mati di Desa Sidamukti Majalengka Masih dihuni oleh Sejumlah Warga

20 Oktober 2022 | Oktober 20, 2022 WIB Last Updated 2022-10-20T00:42:17Z


MAJALENGKA, - Dusun Tarikolot atau yang lebih dikenal dengan 'kampung mati' di Desa Sidamukti, Kecamatan/Kabupaten Majalengka ternyata masih dihuni oleh sejumlah warga.


Padahal "kampung mati" di Majalengka tersebut termasuk lokasi yang rawan bencana pergerakan tanah.



Bencana pergeseran tanah pernah menimpa wilayah tersebut pada tahun 2006 dan 2016 silam.




Sejak saat itu, tercatat sebanyak 253 Kepala Keluarga (KK) di blok tersebut direlokasi ke Blok Buahlega oleh pemerintah setempat pada 2009 sampai 2010.



Namun informasi yang beredar, memasuki musim penghujan saat ini masih ada beberapa warga beraktivitas di lokasi tersebut.



Hal itu membuat pemerintah daerah melalui kecamatan dibantu BPBD dan Polsek Majalengka Kota meninjau langsung kebenaran informasi tersebut pada Rabu (19/10/2022).



Camat Majalengka, Doni Fardiansyah mengatakan, hasil pemantauan ke lapangan, masih ada sekitar 49 warga yang masih beraktivitas di wilayah tersebut.



Mereka kebanyakan beraktivitas dikarenakan mata pencahariannya sebagai petani berada di lokasi tersebut.



"Ya jadi informasi yang saya terima masih ada yang menempati. Namun setelah tadi musyawarah warga sepakat mulai hari ini akan pindah ke tempat relokasi yang telah disediakan," ujar Doni dilansir dari Tribun, Rabu (19/10/2022).




Hasil keterangan yang diterima dari musyawarah tersebut, para warga beralasan jika selama ini rumah-rumah tersebut hanya sebatas tempat singgah alias tidak sepenuhnya ditempati.


"Cuma ada beberapa alasan, yang pertama memang mereka itu tidak sepenuhnya menempati, tapi memang di sini itu dekat dengan mata pencaharian mereka, jadi kadang mereka nginep di sini, tapi tetap rumah tinggalnya di rumah relokasi itu," ucapnya.



Ia pun berharap, hasil musyawarah tadi betul-betul disepakati oleh warga. Sehingga, tidak ada lagi korban jiwa ketika peristiwa pergerakan tanah kembali terjadi.



"Tempat relokasi sudah ada sejak peristiwa pergerakan tanah itu terjadi, sebanyak 200 rumah disiapkan," ucap dia.






SC : tribun 

Dok : eki yulianto

×
Berita Terbaru Update