Sekretaris Disdik Kabupaten Cirebon, Sudiharjo, menilai, anak-anak memang bisa berkreasi dengan lato-lato.
Namun, ketika dibawa ke lingkungan sekolah, kata dia, suara lato-lato bisa mengganggu kegiatan belajar mengajar.
“Kami mengimbau para siswa di Kabupaten Cirebon tidak membawa permainan yang saat ini tengah viral tersebut ke sekolah,” kata beliau.
Sudiharjo mengatakan, permainan lato-lato ini juga bisa membahayakan. Misalnya, bola lato-lato lepas ketika dimainkan dengan kecepatan tinggi.
Sejumlah pemberitaan mengenai kejadian akibat permainan lato-lato muncul di berbagai daerah. Seperti bola lato-lato yang terlepas dari tali pengikatnya dan menyebabkan luka pada tubuh atau memecahkan kaca.
Disdik Kabupaten Cirebon berencana membuat surat edaran terkait permainan lato-lato ini. Surat edaran akan ditujukan kepada semua sekolah tingkat SD dan SMP.
“Kami berencana akan membuat surat edaran tersebut secepatnya,” kata Sudiharjo.



