NASIONAL, - Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan atau PPATK membenarkan telah memblokir puluhan rekening pejabat pajak Rafael Alun serta keluarganya.
Terungkap, rekening yang diblokir tersebut memiliki transaksi menyentuh nilai Rp 500 miliar.
"Nilai transaksi yang kami bekukan nilainya D/K (debit/kredit) lebih dari Rp 500 miliar," tutur Kepala PPATK Ivan Yustiavandana.
Rekening-rekening yang diblokir tersebut mencakupi milik pribadi, keluarga, sang anak Mario Dandy Satriyo, serta perusahaan atau badan hukum. "Kemungkinan akan bertambah," ungkap Ivan.
KPK membuka penyelidikan berkaitan dengan harta pejabat pajak Rafael Alun Trisambodo.
Penyelidikan dibuka untuk menelusuri dugaan ada atau tidaknya pidana korupsi yang dilakukan oleh ayah Mario Dandy Satriyo itu.Nainggolan. "Ini sudah diputuskan masuk lidik," kata Deputi Pencegahan dan Monitoring KPK Pahala Nainggolan.
Dalam laporan harta kekayaan penyelenggara negara (LHKPN) yang disampaikan Rafael kepada KPK terakhir kali pada 17 Februari 2022, Rafael memiliki aset Rp 56 miliar, berupa tanah, mobil, hingga kas.
KPK kini masih fokus mendalami harta kekayaan Rafael. KPK juga sudah berkoordinasi dengan PPATK untuk melakukan pendalaman.
PPATK di lain sisi, mengendus dugaan adanya sosok pencuci uang profesional yang mendukung aktivitas pejabat pajak Rafael Alun Trisambodo.
Harta Rafael sendiri kini tengah ditelusuri lebih lanjut oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).
"Kita mensinyalir ada PML (professional money launderer) yang selama ini bertindak untuk kepentingan RAT," kata Kepala PPATK Ivan Yustiavandana.
Sementara itu, PPATK juga telah memblokir rekening konsultan pajak yang diduga merupakan nominee dari ayah Mario Dandy Satriyo itu.
Hanya saja, Ivan belum menerangkan lebih lanjut soal identitasnya.
"Ada pemblokiran terhadap konsultan pajak yang diduga sebagai nominee RAT serta beberapa pihak terkait lainnya," ungkap Ivan.



