Proses seleksi Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) 2024 melalui jalur zonasi dan Keluarga Ekonomi Tidak Mampu (KETM) dikeluhkan oleh warga di Kota Cirebon, Jawa Barat (Jabar).
Banyak yang menduga adanya permainan oleh oknum-oknum tertentu dalam mengakali proses penerimaan siswa di sekolah-sekolah tertentu, khususnya pada tingkatan sekolah menengah atas (SMA) negeri paling favorit di daerah tersebut.
Hal ini disampaikan Anggota Komisi III Bidang Pendidikan DPRD Kota Cirebon, Fitrah Malik, kepada wartawan, Rabu (26/6). Ia menyoroti banyaknya dugaan ketidakberesan dalam pelaksanaan PPDB tahun ini.
“Berdasarkan pengamatan kami, SOP yang dibuat oleh Gubernur Jawa Barat menyebutkan bahwa PPDB harus dilaksanakan secara objektif, transparan, dan akuntabel. Namun, kami melihat ini tidak dilaksanakan,” ujar Fitrah Malik kepada wartawan, Rabu (26/6).
Menurutnya, SOP PPDB mengharuskan pencantuman alamat yang lengkap, namun pada laman PPDB hanya dicantumkan nama kelurahan dan kecamatan, sehingga tidak detail. Keluhan dari warga pun muncul deras ke telinga para wakil rakyat tersebut. “Ini menyulitkan masyarakat untuk melihat bahwa proses ini transparan. Tidak ada alamat jalan, hanya jarak yang tidak masuk akal antara satu siswa dengan siswa lainnya,” jelasnya.
Ia menyebut jarak yang sangat dekat antara siswa satu dengan yang lain menunjukkan kejanggalan. “Apakah mungkin seluruh siswa yang diterima berjarak satu, dua, sampai lima meter? Ini sangat janggal,” tandasnya.
Kejanggalan tersebut semakin jelas saat pihaknya di Komisi III menemukan data siswa yang asal SMP-nya dari luar daerah seperti Purwokerto dan Majalengka, namun saat mendaftar memiliki alamat di sekitaran sekolah di Kota Cirebon. Jumlahnya, kata dia, lebih 20 orang siswa di masing-masing sekolah yang dituju.
Hal itu berdasarkan hasil kroscek yang dilakukan pihaknya yang menyasar tiga sekolah favorit di Kota Cirebon, yakni SMAN 1, SMAN 2, dan SMAN 6 Kota Cirebon.
“Artinya ini menyulitkan masyarakat untuk melihat bahwa ini transparan, tidak ada alamat dan jalan. Artinya dari laman yang ada di PPDB setelah kami cek dan kumpulkan data jarak yang tercantum ada hanya beberapa cm bahkan ada yang satu meter ada yang 3 m antara siswa satu dengan siswa yang lain,” bebernya.



