Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kabupaten Cirebon terus memperkuat upaya pelestarian warisan budaya melalui kajian manuskrip kuno. Salah satu langkah yang dilakukan yakni menggelar Seminar Hasil Kajian Koleksi Manuskrip Cirebon Tahun 2026 di Aula Disbudpar Kabupaten Cirebon, Kamis (25/6/2026).
Seminar tersebut menghadirkan akademisi dan pemerhati budaya sebagai narasumber. Selain itu, kegiatan juga diikuti guru, mahasiswa, serta pegawai Disbudpar Kabupaten Cirebon sebagai upaya memperluas pemahaman mengenai sejarah dan budaya Cirebon yang tersimpan dalam naskah-naskah kuno.
Kepala Disbudpar Kabupaten Cirebon, Fajar Sutrisno, mengatakan manuskrip bukan sekadar dokumen tua yang tersimpan di museum. Menurutnya, setiap naskah memiliki nilai sejarah, budaya, serta menjadi bagian dari identitas masyarakat Cirebon yang harus terus dijaga dan dikenalkan kepada generasi masa kini.
Ia menegaskan, kajian terhadap manuskrip perlu dilakukan secara berkelanjutan agar isi dan nilai yang terkandung di dalamnya dapat dipahami, didokumentasikan, sekaligus disebarluaskan kepada masyarakat.
Fajar menjelaskan, pelibatan guru, mahasiswa, dan pegawai Disbudpar dalam seminar merupakan strategi untuk memperluas literasi budaya. Melalui para peserta tersebut, informasi mengenai kekayaan manuskrip Cirebon diharapkan dapat diteruskan kepada masyarakat secara lebih luas.
Selain itu, ia menilai seluruh pegawai Disbudpar juga harus memahami koleksi museum, termasuk manuskrip kuno yang menjadi bagian penting dari sejarah Cirebon. Dengan pemahaman yang baik, pegawai dapat memberikan informasi yang benar kepada masyarakat maupun wisatawan yang berkunjung.
Menurutnya, penyampaian informasi sejarah yang akurat menjadi hal penting agar masyarakat tidak memperoleh pemahaman yang keliru mengenai perjalanan sejarah Cirebon.
Karena itu, seminar menghadirkan narasumber yang memiliki kompetensi dalam bidang kajian manuskrip dan sejarah lokal. Diharapkan, ilmu yang dibagikan dapat menjadi bekal bagi para peserta untuk mengenalkan manuskrip Cirebon secara tepat kepada masyarakat.
Melalui kegiatan tersebut, Disbudpar Kabupaten Cirebon berharap peserta tidak hanya memperoleh pengetahuan baru, tetapi juga menjadi agen pelestari budaya yang mampu memperkenalkan kekayaan naskah kuno Cirebon kepada masyarakat luas, sehingga warisan budaya daerah tetap terjaga dan dikenal oleh generasi mendatang.
Sumber Resmi : Cirebonkab/Diskominfo Kabupaten Cirebon



