Pemerintah melalui Badan Gizi Nasional (BGN) bersama Kementerian Koordinator Bidang Pangan menyepakati langkah strategis untuk mengevaluasi dan menata ulang pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG). Kesepakatan tersebut dicapai dalam rapat koordinasi yang digelar pada Kamis, 11 Juni 2026.
Penataan program dilakukan sebagai upaya memastikan pelaksanaan MBG berjalan lebih efektif, tepat sasaran, serta memberikan manfaat yang maksimal bagi masyarakat yang membutuhkan.
Tiga Fokus Utama Perbaikan Program MBG
Dalam hasil evaluasi tersebut, pemerintah menetapkan tiga fokus utama perbaikan Program Makan Bergizi Gratis.
Pertama, refocusing sasaran penerima manfaat. Program akan lebih diprioritaskan kepada sekolah-sekolah yang berada di wilayah kurang mampu serta kelompok masyarakat yang masih memiliki keterbatasan akses terhadap pemenuhan gizi yang baik.
Kedua, penguatan aspek keamanan pangan. Pemerintah menegaskan bahwa kualitas layanan menjadi prioritas utama dengan menerapkan prinsip zero accident guna memastikan makanan yang disalurkan aman, sehat, dan layak konsumsi.
Ketiga, peningkatan akurasi data penerima manfaat. Pelaksanaan program akan mengacu pada Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN) sebagaimana diatur dalam Instruksi Presiden Nomor 4 Tahun 2025. Langkah ini bertujuan memastikan bantuan benar-benar diterima oleh masyarakat miskin, miskin ekstrem, serta warga yang berada di wilayah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T).
Komitmen Pemerintah Pastikan Program Tepat Sasaran
Kepala Badan Gizi Nasional, Nanik S. Deyang, menegaskan bahwa penataan ulang ini merupakan bentuk komitmen pemerintah untuk menjaga amanah Program Makan Bergizi Gratis agar berjalan secara optimal.
Menurutnya, selain meningkatkan kualitas gizi masyarakat, program tersebut juga diharapkan mampu memberikan dampak ekonomi yang positif bagi masyarakat di tingkat bawah melalui keterlibatan berbagai pelaku usaha dan penyedia bahan pangan lokal.
"Penataan ini merupakan komitmen pemerintah untuk memastikan amanah Program Makan Bergizi Gratis berjalan optimal, sekaligus menggerakkan perekonomian masyarakat di tingkat bawah," ujar Nanik.
Topik Penting / Sorotan Utama :
➡️ Sasaran MBG akan difokuskan pada sekolah dan masyarakat kurang mampu yang belum memiliki akses gizi memadai.
➡️ Keamanan pangan menjadi prioritas dengan penerapan prinsip zero accident.
➡️ Penyaluran program menggunakan DTSEN sesuai Inpres Nomor 4 Tahun 2025 agar lebih tepat sasaran.
➡️ Pemerintah ingin memastikan manfaat MBG tidak hanya meningkatkan gizi masyarakat, tetapi juga mendorong pertumbuhan ekonomi lokal.



