Notification

×

Iklan

Iklan

Yahya Zaini Dorong BGN Benahi Tata Kelola Program Makan Bergizi Gratis di Bawah Kepemimpinan Nanik S. Deyang

21 Juni 2026 | Juni 21, 2026 WIB Last Updated 2026-06-25T19:10:58Z
Wakil Ketua Komisi IX DPR RI Yahya Zaini menyambut positif keputusan Presiden Prabowo Subianto yang menunjuk Nanik S. Deyang sebagai Kepala Badan Gizi Nasional (BGN). Menurutnya, pergantian kepemimpinan ini menjadi momentum penting untuk memperkuat tata kelola Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang merupakan salah satu program prioritas nasional.




Yahya menilai Nanik S. Deyang merupakan sosok yang tepat untuk memimpin BGN karena memiliki pengalaman yang cukup dalam melakukan pengawasan langsung ke berbagai daerah dan memahami berbagai tantangan yang dihadapi pelaksanaan MBG di lapangan.


“Saya memandang pergantian Kepala BGN oleh Nanik S. Deyang sebagai figur yang sangat tepat untuk menakhodai BGN. Pengalamannya yang intensif dalam melakukan pengawasan langsung ke berbagai daerah membuatnya sangat memahami dinamika serta hambatan riil yang dihadapi program MBG di tingkat tapak,” ujar Yahya Zaini.


Meski demikian, Yahya mengingatkan bahwa tantangan besar masih menanti pimpinan baru BGN. Ia menyoroti tiga aspek utama yang perlu segera dibenahi agar program MBG dapat berjalan lebih efektif dan memberikan dampak nyata bagi masyarakat.
Pertama, perbaikan tata kelola anggaran dan operasional. Menurutnya, transparansi dan akuntabilitas pengelolaan keuangan harus menjadi prioritas mengingat program MBG menyerap anggaran negara yang sangat besar.


Selain itu, akurasi data penerima manfaat dan efisiensi rantai pasok dari pusat hingga daerah juga harus diperkuat untuk mencegah terjadinya kebocoran anggaran maupun ketidaktepatan sasaran.


Aspek kedua yang menjadi perhatian adalah penegakan disiplin dan standardisasi dalam penyediaan makanan. Yahya menegaskan bahwa penerapan Standar Operasional Prosedur (SOP) harus diperketat di seluruh unit penyedia makanan.



“Belajar dari beberapa insiden keracunan makanan yang sempat terjadi di lapangan, penegakan disiplin higienitas dan kualitas bahan baku menjadi harga mati demi mencapai target zero accident. Pengawasan berkala tidak boleh kendor,” tegasnya.
Selanjutnya, Yahya menilai penguatan koordinasi lintas sektor dan pemerintah daerah juga menjadi faktor krusial dalam keberhasilan program MBG. Ia menyebut ego sektoral masih menjadi salah satu kendala yang kerap menghambat pelaksanaan program nasional.


Karena itu, Kepala BGN yang baru diharapkan mampu membangun komunikasi dan sinergi yang lebih kuat dengan kementerian dan lembaga terkait, seperti Kementerian Kesehatan, Kementerian Pendidikan, serta pemerintah daerah. "Sinergi ini sangat krusial, terutama dalam fungsi pengawasan terpadu di lapangan yang selama ini dinilai masih longgar,” kata Yahya.


Yahya menambahkan, masyarakat kini menaruh harapan besar kepada BGN di bawah kepemimpinan Nanik S. Deyang. Ia berharap lembaga tersebut tidak hanya berfungsi sebagai institusi administratif, tetapi juga mampu menjadi motor penggerak perbaikan gizi nasional yang profesional, aman, dan bebas dari insiden yang merugikan masyarakat.


Dengan pembenahan tata kelola, peningkatan standar keamanan pangan, serta penguatan koordinasi lintas sektor, Program Makan Bergizi Gratis diharapkan dapat berjalan lebih optimal dan memberikan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat Indonesia.
×
Berita Terbaru Update