Notification

×

Iklan

Anak Terlalu Lama Bermain Gawai Berisiko Ganggu Kesehatan, Dedi Mulyadi Ajak Orang Tua Dorong Aktivitas Fisik

19 Juli 2026 | Juli 19, 2026 WIB Last Updated 2026-07-19T10:18:33Z
Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi mengingatkan masyarakat, khususnya para orang tua, agar lebih memperhatikan pola hidup anak-anak di tengah meningkatnya penggunaan gawai. Menurutnya, kebiasaan bermain gawai dalam waktu lama dapat mengancam kesehatan anak karena membuat mereka kurang bergerak.


Hal tersebut disampaikan Dedi Mulyadi saat menghadiri Seminar Nasional dan Deklarasi Kedaulatan Kesehatan Indonesia 2045 bertema Membangun Bangsa yang Sehat, Mandiri, Inovatif, dan Berdaya Saing Global di Gedung GBI Bethel Summarecon, Kota Bandung, Rabu (15/7/2026).

Dedi menjelaskan, kurangnya aktivitas fisik menyebabkan nutrisi yang masuk ke dalam tubuh tidak dapat diolah secara optimal menjadi energi. Kondisi tersebut berpotensi memicu berbagai gangguan kesehatan pada anak.

Ia menilai ancaman kesehatan di masa depan bukan hanya berkaitan dengan kekurangan gizi, tetapi juga bagaimana nutrisi yang dikonsumsi tidak dimanfaatkan dengan baik akibat minimnya aktivitas fisik.

Menurutnya, dampak dari gaya hidup kurang bergerak tidak hanya membuat anak lebih mudah terserang penyakit, tetapi juga dapat memengaruhi kondisi emosional mereka. Bahkan, sejumlah penyakit yang selama ini identik dengan orang dewasa kini mulai ditemukan pada anak-anak, seperti diabetes dan gagal ginjal.

Karena itu, Dedi mengajak para orang tua untuk membiasakan anak melakukan aktivitas yang melibatkan banyak gerak, seperti bermain di luar rumah maupun berolahraga. Selain itu, ia juga mengimbau agar konsumsi makanan dan minuman tinggi gula dibatasi demi menjaga kesehatan anak.

Dalam kesempatan tersebut, Dedi juga mengungkapkan rencana Pemerintah Provinsi Jawa Barat untuk meningkatkan pemenuhan nutrisi bagi ibu hamil sebagai bagian dari upaya membangun generasi yang lebih sehat sejak dalam kandungan.

Pemerintah Provinsi Jawa Barat, kata Dedi, sedang merumuskan skema yang memungkinkan ibu hamil dengan kondisi tertentu memperoleh akses terhadap makanan bergizi sebagai bentuk tanggung jawab negara dalam memenuhi kebutuhan gizi masyarakat.

Ia menegaskan bahwa negara memiliki tanggung jawab untuk memastikan masyarakat memperoleh asupan makanan bergizi, minuman yang berkualitas, serta lingkungan dengan udara yang bersih. Menurutnya, pemenuhan kebutuhan dasar tersebut merupakan bagian penting dalam mendukung pertumbuhan dan perkembangan manusia secara optimal menuju Indonesia yang lebih sehat pada 2045.
×
Berita Terbaru Update