Notification

×

Iklan

Iklan

15 Motor Listrik Perkuat Penanganan TBC dan Kusta di Kabupaten Cirebon

30 September 2026 | September 30, 2026 WIB Last Updated 2026-09-30T05:38:32Z
CIREBON – Upaya penanggulangan tuberkulosis (TBC) dan kusta di Kabupaten Cirebon mendapat dukungan baru. Sebanyak 15 unit motor listrik diserahkan KOMIPO Indonesia Cirebon K-User Project Kabupaten Cirebon Tahun 2026 melalui Yayasan Gugah Nurani Indonesia (GNI) kepada Pemerintah Kabupaten Cirebon.



Bantuan tersebut diterima Bupati Cirebon Imron dalam acara Handover Ceremony Electric Vehicle Program P2 Kusta dan TBC Kabupaten Cirebon yang berlangsung di Aula Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Cirebon, Selasa (29/9/2026).



Motor listrik tersebut nantinya digunakan untuk mendukung operasional puskesmas dalam menjalankan program penanggulangan TBC dan kusta, khususnya untuk memperluas jangkauan petugas kesehatan dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat.



Bupati Cirebon Imron mengatakan, dukungan kendaraan operasional tersebut menjadi bagian penting dalam memperkuat upaya pemerintah daerah menangani TBC dan kusta.



Menurut Imron, Kabupaten Cirebon masih menghadapi persoalan TBC dengan jumlah kasus yang cukup tinggi.

“Bantuan ini untuk penanggulangan TBC dan kusta. Karena kita tahu sendiri di Kabupaten Cirebon ini untuk TBC sangat besar, ada 6.199 kasus,” kata Imron.



Berdasarkan laporan Dinas Kesehatan Kabupaten Cirebon, hingga Agustus 2024 tercatat sebanyak 6.199 kasus baru TBC dan 125 kasus baru kusta. Kasus tersebut tidak hanya ditemukan pada orang dewasa, tetapi juga pada anak-anak.



Imron meminta puskesmas penerima bantuan memanfaatkan kendaraan tersebut secara optimal untuk mendukung pelayanan kesehatan masyarakat.



“Maka kami berharap kepada puskesmas yang mendapatkan bantuan motor ini untuk dipergunakan dengan sebaik-baiknya, dan dipergunakan untuk pengobatan terhadap masyarakat yang kena kusta maupun TBC,” tuturnya.



Selain mendukung pengobatan, Imron menilai kendaraan tersebut juga penting untuk menunjang kegiatan penyuluhan dan edukasi kepada masyarakat mengenai pencegahan TBC dan kusta.

Ia menjelaskan, kendaraan bantuan tersebut memiliki fungsi khusus untuk mendukung program penanggulangan kedua penyakit tersebut. Selama ini, kendaraan operasional puskesmas harus digunakan untuk berbagai kebutuhan pelayanan karena banyaknya program dan tenaga yang bekerja di masing-masing fasilitas kesehatan.

“Kalau ini khusus untuk program TBC dan kusta,” kata Imron.




Cirebon Dipilih karena Kasus TBC dan Kusta Tinggi

Direktur Eksekutif Yayasan Gugah Nurani Indonesia, Febrina Fransisca Sianturi, menjelaskan bahwa Kabupaten Cirebon dipilih sebagai salah satu wilayah penerima bantuan dengan mempertimbangkan kondisi kasus TBC dan kusta.

Menurutnya, tingginya prevalensi serta jumlah penderita menjadi salah satu pertimbangan utama dalam penyaluran dukungan tersebut.

“Kenapa Kabupaten Cirebon, karena tadi ada data bahwa tingkat prevalensinya di sini tinggi, penderitanya di sini tinggi,” ujar Febrina.

Dari total 60 puskesmas yang berada di Kabupaten Cirebon, bantuan tahap ini disalurkan kepada 15 puskesmas.

Febrina mengatakan, jumlah penerima tersebut disesuaikan dengan kemampuan dan keterbatasan dukungan yang tersedia.

Ia berharap Pemerintah Kabupaten Cirebon dapat menjaga serta mengelola kendaraan tersebut dengan baik sehingga manfaatnya dapat dirasakan secara langsung oleh masyarakat.

“Kami juga berharap pemerintah daerah bisa mengelola dan menjaga dengan baik, karena kami tahu bahwa salah satu kendala di lapangan, kalau isunya tuberkulosis dan kusta, mungkin nanti penjangkauan,” katanya.

GNI Kelola Dana CSR KOMIPO Korea

Febrina menjelaskan, Yayasan Gugah Nurani Indonesia telah beroperasi di Indonesia sejak 2005, ketika bencana tsunami melanda Aceh.

GNI bergerak dalam lima sektor, salah satunya bidang kesehatan, serta berafiliasi dengan Good Neighbors International di Korea Selatan.

Dalam program bantuan kendaraan listrik untuk penanggulangan TBC dan kusta tersebut, GNI dipercaya mengelola dana tanggung jawab sosial perusahaan atau CSR dari Korea Midland Power (KOMIPO) Korea.

“Dari situ kemudian kami dipercaya untuk mengelola dana CSR dari KOMIPO Korea,” ungkapnya.




Perkuat Jangkauan Pelayanan Kesehatan

Sekretaris Dinas Kesehatan Kabupaten Cirebon, Edi Susanto, mengatakan TBC dan kusta masih menjadi persoalan kesehatan yang membutuhkan penanganan secara bersama-sama.

Menurutnya, penanggulangan kedua penyakit tersebut menghadapi berbagai tantangan, mulai dari kemiskinan, pertumbuhan ekonomi, pendidikan, kondisi demografi, hingga tata laksana kasus.

Karena itu, Dinkes Kabupaten Cirebon terus menjalankan sejumlah strategi. Di antaranya memperluas informasi mengenai TBC dan kusta kepada masyarakat, meningkatkan penemuan kasus secara dini, serta memperkuat pelayanan kesehatan dan rehabilitasi.

Upaya lainnya dilakukan melalui penghapusan stigma terhadap orang yang pernah mengalami kusta maupun TBC beserta keluarganya, pemberdayaan kader kesehatan, serta peningkatan komitmen pemerintah dan masyarakat.

Dengan adanya tambahan kendaraan operasional tersebut, mobilitas petugas puskesmas diharapkan semakin optimal. Program penemuan kasus, pengobatan, penyuluhan, hingga edukasi pencegahan TBC dan kusta dapat menjangkau lebih banyak masyarakat di Kabupaten Cirebon.
×
Berita Terbaru Update