Notification

×

Iklan

Iklan

86 Rumah Sakit Perkuat Perlindungan Kesehatan Masyarakat Jawa Barat, ini dia Daftarnya

12 Oktober 2026 | Oktober 12, 2026 WIB Last Updated 2026-10-12T04:22:12Z
Masyarakat Jawa Barat kini semakin mudah mengakses layanan rumah sakit yang pengobatannya ditanggung BPJS dan yang tidak ditanggung BPJS Kesehatan.


Pemprov Jabar sudah bekerja sama dengan rumah sakit umum daerah (RSUD) se-Jabar, rumah sakit pusat rujukan yang berada di Jawa Barat dan luar Jawa Barat (Jakarta) serta beberapa rumah sakit swasta.

Terkini, sebanyak 86 rumah sakit terlibat dalam upaya memperkuat sistem perlindungan kesehatan masyarakat Jawa Barat, yang terdiri atas 7 rumah sakit milik Pemerintah Provinsi Jawa Barat dan 79 rumah sakit lainnya yang telah sepakat menjalin kerja sama.

Dengan kerja sama yang tersebar luas, maka semakin luas pula jangkauan pelayanan kesehatan, tidak akan ada lagi masalah pelayanan meski pasien berada di luar wilayah administrasinya.

Pasien yang pengobatannya tidak ditanggung BPJS atau asuransi/jaminan kesehatan lainnya tetap dapat dilayani dengan pembiayaan layanan setingkat kelas 3.

“Negara harus hadir ketika rakyat mengalami kesusahan. Kita tidak boleh membiarkan rakyat kita dalam keadaan susah, sedangkan kita seolah-olah tidak tahu,” ujar Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi, Sabtu (10/10/2026).

Adapun daftar rumah sakit itu antara lain:

A. Rumah sakit pusat rujukan dan swasta:

Rumah Sakit Umum Pusat Nasional Dr. Cipto Mangunkusumo
Rumah Sakit Pusat Angkatan Darat Gatot Soebroto
Rumah Sakit Jantung dan Pembuluh Darah Harapan Kita
Rumah Sakit Anak dan Bunda Harapan Kita
Rumah Sakit Kanker Dharmais
Rumah Sakit Penyakit Infeksi Prof. Dr. Sulianti Saroso
Rumah Sakit Mata Cicendo
Rumah Sakit Jiwa Dr. H. Marzoeki Mahdi
Rumah Sakit Umum Pusat dr. Hasan Sadikin Bandung
RS Paru Dr. M. Goenawan Partowidigdo
RS Paru Dr. H. A. Rotinsulu
RS Santosa Hospital Bandung Central
Santosa Hospital Bandung Kopo
Rumah Sakit Khusus Ginjal Ny. R.A. Habibie
B. Rumah Sakit Umum Daerah

RSUD Welas Asih Provinsi Jabar
RSUD Pameungpeuk Provinsi Jabar
RSUD Jampang Kulon Provinsi Jabar
RS Jiwa Provinsi Jabar
RSUD Kesehatan Kerja Provinsi Jabar
RS Daerah Sidawangi Provinsi Jabar
RSUD M. A. Sentot Patrol Provinsi Jabar
RSUD Oto Iskandar Di Nata
RSUD Cicalengka
RSUD Majalaya
RSUD Bedas Kertasari
RSUD Bedas Tegalluar
RSUD Bedas Arjasari
RSUD Bedas Pacira
RSUD Cililin
RSUD Lembang
RSUD Cikalongwetan
RSUD Bedas Cimaung
RSUD Kab.Bekasi
RSUD Cabangbungin
RSUD R. Moh. Noh Nur
RSUD RH. Satibi
RSUD Kab. Ciamis
RSUD Kawali
RSUD Sayang
RSUD Cimacan
RSUD Pagelaran
RSUD Sindangbarang
RSUD Waled
RSUD Arjawinangun
RSUD dr. Slamet Garut
RSUD Bakti Pajajaran
RSUD Malangbong
RSUD Indramayu
RSUD Mursid Ibnu Syafiuddin
RSUD Karawang
RSUD Jatisari Kab.Karawang
RSUD Rengasdengklok
RSUD Bandung Kiwari
RSUD Kota Bandung
RS Khusus Gigi & Mulut Kota Bandung
RSUD Banjar
RSUD Asih Husada Langensari
RSUD dr. Chasbullah Abdulmadiid
RSUD Jatisampurna
RSUD Pondokgede
RSUD Bantar Gebang
RSUD Teluk Pucung
RSUD Kota Bogor
RSUD Cibabat
RS Daerah Gunung Jati
RSUD Khidmat Sehat Afiat Depok
RSUD Anugerah Sehat Afiat
RSUD R. Syamsudin, SH
RSUD AlI-Mulk
RSUD dr. Soekardjo
RSUD Dewi Sartika
RSUD 45 Kuningan
RSUD Linggajati Kuningan
RSUD Majalengka
RSUD Cideres
RSUD Talaga
RSUD Pandega Pangandaran
RSUD Bayu Asih
RSUD Subang
RSUD Sekarwangi
RSUD Palabuhanratu
RSUD Idham Chalid
RSUD Sagaranten
RSUD Umar Wirahadikusumah
RSUD KHZ Musthafa Kab. Tasikmalaya
RSUD Tani dan Nelayan Tasikmalaya
Dedi Mulyadi yang akrab disapa KDM menegaskan, kebijakan tersebut sekaligus mengubah pola penanganan pemerintah terhadap persoalan masyarakat. Selama ini, menurutnya, berbagai kasus yang muncul di tengah masyarakat kerap baru mendapatkan respons setelah sampai kepada dirinya secara langsung. Pola tersebut tidak mungkin diterapkan untuk seluruh warga Jawa Barat.

Karena itu, ia meminta pemerintah kabupaten/kota membangun sistem pemantauan yang mampu menangkap persoalan warga sejak dini, termasuk memanfaatkan informasi dari masyarakat dan media sosial. Dengan demikian, persoalan kesehatan yang muncul di lapangan dapat segera direspons tanpa harus menunggu warga mencari perhatian langsung kepada gubernur.
×
Berita Terbaru Update