Pemerintah Provinsi Jawa Barat terus memperluas akses lapangan kerja bagi masyarakat melalui program bursa kerja online yang disiarkan secara langsung melalui akun TikTok Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, @dedimulyadiofficial.
Pada Jumat (16/10/2026), bursa kerja tersebut disiarkan dari PT Food Packaging Jaya, Kawasan Industri Losarang, Kabupaten Indramayu. Sebanyak 62 lowongan dari 23 perusahaan tersedia bagi pencari kerja melalui aplikasi Nyari Gawe. Sejumlah lowongan bahkan menawarkan kesempatan bekerja di luar negeri.
Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi menyampaikan, salah satu peluang yang tersedia adalah pekerjaan sebagai perawat untuk penempatan di Jerman melalui PT Assalam Karya Manunggal. Pelamar yang diterima akan mendapatkan sejumlah fasilitas, mulai dari pelatihan bahasa asing hingga tiket penerbangan ke Jerman.
Pencari kerja yang berminat dapat mengakses informasi dan mengajukan lamaran melalui aplikasi Nyari Gawe.
Selain peluang kerja ke luar negeri, PT Food Packaging Jaya turut membuka lowongan untuk tujuh posisi, termasuk penerjemah bahasa Mandarin dan staf pengembangan sumber daya manusia (SDM).
Perusahaan asal Tiongkok tersebut juga memprioritaskan tenaga kerja lokal. Saat ini, sekitar 90 persen pekerja di perusahaan itu merupakan warga Indramayu.
Dedi Mulyadi menilai, pertumbuhan industri di Indramayu harus diiringi dengan peningkatan kesiapan tenaga kerja lokal. Karena itu, ia mendorong penguatan kerja sama antara sekolah menengah atas (SMA), sekolah menengah kejuruan (SMK), dan dunia industri agar lulusan sekolah memiliki keterampilan yang sesuai dengan kebutuhan perusahaan.
Menurutnya, perkembangan kawasan industri juga akan membawa perubahan terhadap pola kehidupan masyarakat, terutama warga yang sebelumnya bekerja di sektor pertanian dan kelautan.
“Penyiapan orang Indramayu untuk kerja di industri harus dilakukan karena mereka tadinya kerja di sektor pertanian dan kelautan. Pola hidup akan berubah,” ujar Dedi.
63.000 Warga Indramayu Masih Menganggur
Sementara itu, Bupati Indramayu Lucky Hakim mengungkapkan bahwa sekitar 63.000 warga di wilayahnya masih menganggur. Ia berharap, pembangunan sejumlah pabrik dan perluasan kawasan industri dapat membuka lebih banyak kesempatan kerja bagi masyarakat.
Pemerintah Kabupaten Indramayu, kata Lucky, telah menyiapkan lahan seluas 14.000 hektare untuk kawasan industri. Pengembangan tersebut diharapkan mampu meningkatkan penyerapan tenaga kerja, tidak hanya bagi warga Indramayu, tetapi juga masyarakat dari daerah lain di Jawa Barat.
“Bahkan warga dari kabupaten lain di Jabar bisa kerja di sini karena banyak pabrik sedang dibangun,” kata Lucky.
Lucky juga mendorong masyarakat agar tidak hanya bergantung pada peluang kerja sebagai karyawan, tetapi turut memanfaatkan pertumbuhan industri untuk mengembangkan usaha mandiri.
Seiring bertambahnya jumlah pabrik dan pekerja, peluang usaha seperti rumah makan, penyediaan tempat tinggal bagi pekerja, serta berbagai layanan pendukung industri dinilai dapat berkembang.
Dengan demikian, pertumbuhan kawasan industri di Indramayu diharapkan tidak hanya menciptakan lapangan kerja, tetapi juga menggerakkan perekonomian masyarakat melalui penguatan kewirausahaan dan peningkatan keterampilan tenaga kerja lokal.




