Notification

×

Iklan

Iklan

Hadapi Ancaman Bencana Musim Hujan 2026/2027, Pemkab Kuningan Perkuat Kesiapsiagaan Lintas Sektor

6 November 2026 | November 06, 2026 WIB Last Updated 2026-11-06T02:31:37Z

Pemerintah Kabupaten Kuningan memperkuat kesiapsiagaan menghadapi potensi bencana hidrometeorologi pada musim hujan 2026/2027. Langkah tersebut dilakukan melalui koordinasi dan sinergi lintas sektor guna meminimalkan risiko serta dampak bencana yang berpotensi terjadi di sejumlah wilayah.





Komitmen tersebut ditandai dengan pelaksanaan Apel Kesiapsiagaan Menghadapi Bencana Hidrometeorologi Musim Hujan Tahun 2026/2027 yang dipimpin langsung Bupati Kuningan, Dian Rachmat Yanuar, di Halaman Kantor Pemerintah Daerah Kabupaten Kuningan, Rabu (4/11/2026).


Apel yang diselenggarakan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Kuningan tersebut bertujuan memastikan kesiapan personel, peralatan operasional, logistik, serta koordinasi seluruh unsur dalam menghadapi berbagai kemungkinan bencana selama musim hujan.


Dalam arahannya, Bupati Dian mengingatkan bahwa kondisi geografis, geologis, hidrologis, klimatologis, dan demografis Kabupaten Kuningan memiliki tingkat kerawanan terhadap sejumlah bencana. Di antaranya banjir, tanah longsor, pergerakan tanah, angin puting beliung, hingga kebakaran hutan dan lahan.


Berdasarkan prakiraan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), Kabupaten Kuningan mulai memasuki periode musim hujan yang berpotensi meningkatkan risiko bencana hidrometeorologi.


Bupati juga menyoroti kejadian angin puting beliung yang sebelumnya melanda sejumlah wilayah. Di Desa Mekarsari dan Buniasih, Kecamatan Maleber, puluhan rumah mengalami kerusakan dengan kategori ringan, sedang hingga berat.


Kejadian serupa juga dilaporkan terjadi di 10 desa yang tersebar di Kecamatan Luragung dan Cidahu.


"Kita berharap mudah-mudahan tidak terjadi, tetapi melalui langkah-langkah antisipatif seperti apel kesiapsiagaan ini, korban maupun dampak bencana yang ditimbulkan bisa kita minimalisir," ungkap Dian.


Delapan Langkah Antisipasi Bencana


Berdasarkan hasil pemantauan dan pemetaan wilayah rawan bencana, Bupati Dian menegaskan pentingnya langkah penanganan yang terpadu dan terintegrasi.


Ia menyampaikan delapan arahan kepada seluruh unsur terkait. Pertama, mengoptimalkan pemetaan wilayah rawan bencana hidrometeorologi berdasarkan dokumen Kajian Risiko Bencana (KRB), rencana kontinjensi, portal InaRISK, serta Data Informasi Bencana Daerah (DIBI).


Kedua, memastikan kesiapan personel, peralatan operasional, dan logistik untuk penanganan darurat. Ketiga, meningkatkan pemantauan informasi cuaca dari BMKG secara berkala serta mempercepat penyebarluasan informasi peringatan dini kepada masyarakat.


Keempat, memperkuat kolaborasi antara pemerintah, TNI-Polri, masyarakat, relawan, akademisi, dan media, termasuk memastikan kesiapan posko penanganan darurat di wilayah terdampak.


Kelima, meningkatkan edukasi kebencanaan berbasis komunitas dan simulasi evakuasi mandiri dengan memberikan prioritas perlindungan kepada kelompok rentan, seperti lansia, anak-anak, dan penyandang disabilitas.


Keenam, memastikan sistem peringatan dini berfungsi optimal dan dapat menjangkau seluruh lapisan masyarakat.


Ketujuh, mendorong aksi nyata melalui pembersihan saluran air dan drainase, normalisasi sungai, pemeriksaan fasilitas pengendali banjir, serta perbaikan infrastruktur di lokasi rawan bencana.


Sementara kedelapan, Bupati menginstruksikan BPBD Kabupaten Kuningan untuk secara rutin menyampaikan pemutakhiran data dan perkembangan situasi kebencanaan kepada BNPB serta BPBD Provinsi Jawa Barat.


Masyarakat Diminta Aktif Bersihkan Lingkungan


Selain kesiapan personel dan peralatan, Bupati Dian secara khusus meminta seluruh jajaran pemerintahan hingga tingkat desa untuk mengintensifkan kegiatan kebersihan lingkungan sebagai upaya pencegahan banjir.


Gerakan tersebut sebelumnya telah dicanangkan melalui kegiatan menghadapi musim hujan yang dirangkaikan dengan program Jumat Bersepeda di Desa Sindangagung, Kecamatan Sindangagung.


Menurutnya, langkah sederhana seperti membersihkan gorong-gorong dan saluran air dari sampah dapat membantu mengurangi risiko serta dampak banjir ketika curah hujan meningkat.


"Hal sederhana seperti membersihkan gorong-gorong dan saluran air dari sampah dapat membantu meminimalisir dampak banjir. Karena itu, saya mohon dukungan seluruh aparatur pemerintahan, termasuk di tingkat desa, agar kegiatan seperti ini terus ditindaklanjuti," pesannya.


Apresiasi Penanganan Kebakaran di Gunung Ciremai


Dalam kesempatan tersebut, Bupati Dian juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh unsur yang terlibat dalam penanganan kebencanaan, termasuk keberhasilan pemadaman kebakaran hutan dan lahan di lereng Gunung Ciremai beberapa waktu lalu.


Ia menilai keberhasilan pemadaman dalam waktu sekitar empat hari, meskipun menghadapi medan yang cukup sulit, merupakan bukti nyata efektivitas kerja sama dan respons cepat berbagai pihak.


Penanganan tersebut melibatkan pemerintah daerah, TNI-Polri, BPBD, Satpol PP, relawan, pegiat lingkungan, hingga aparat desa.


"Ketika kita kompak dan bersinergi, tidak ada hal yang tidak mungkin kita selesaikan dengan cepat. Ini terbukti dari kerja keras seluruh unsur dalam penanganan kebakaran di Gunung Ciremai," tuturnya.


Melalui penguatan koordinasi lintas sektor dan keterlibatan aktif masyarakat, Pemkab Kuningan berharap kesiapsiagaan menghadapi musim hujan 2026/2027 semakin optimal. Upaya pencegahan dan mitigasi diharapkan mampu menekan risiko korban jiwa, kerusakan infrastruktur, serta kerugian akibat bencana hidrometeorologi di Kabupaten Kuningan.

×
Berita Terbaru Update