Notification

×

Iklan

Iklan

Kuningan Investment Summit 2026, Pemkab Tawarkan Ratusan Aset Daerah untuk Tarik Investor

5 November 2026 | November 05, 2026 WIB Last Updated 2026-11-05T06:16:24Z

KUNINGAN – Pemerintah Kabupaten Kuningan terus berupaya mengoptimalkan pemanfaatan aset daerah melalui penyelenggaraan Kuningan Investment Summit 2026. Forum investasi yang digagas Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Kabupaten Kuningan tersebut menjadi langkah strategis untuk menarik minat investor, meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD), serta membuka peluang lapangan kerja bagi masyarakat.





Kegiatan yang dibuka langsung oleh Bupati Kuningan, Dr. H. Dian Rachmat Yanuar, M.Si., berlangsung di Kopi Botanika, Puncak Cigugur, Rabu (4/11/2026). Dalam forum tersebut, Pemkab Kuningan menawarkan berbagai potensi aset milik pemerintah daerah untuk dikerjasamakan dengan pihak ketiga.


Bupati Dian menegaskan bahwa aset daerah harus mampu memberikan manfaat ekonomi dan memiliki nilai produktif. Menurutnya, aset pemerintah tidak seharusnya dibiarkan terbengkalai, terlebih jika keberadaannya justru menimbulkan beban Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) akibat biaya pemeliharaan.


Berdasarkan hasil pendataan BPKAD Kabupaten Kuningan, dari sekitar 1.270 aset berupa tanah dan bangunan milik pemerintah daerah, terdapat 528 aset yang tidak digunakan untuk menunjang pelayanan publik. Bahkan, sebanyak 295 aset di antaranya masih dalam kondisi kosong dan belum dimanfaatkan secara optimal.


Potensi aset yang ditawarkan kepada investor cukup beragam, mulai dari lahan pertanian, peternakan, perkebunan, kawasan wisata, bangunan, hingga peluang pengembangan usaha perhotelan dan kuliner.


Katalog Digital Permudah Investor Akses Informasi Aset


Untuk memudahkan calon investor mengetahui potensi aset yang tersedia, BPKAD Kabupaten Kuningan telah menghadirkan katalog digital melalui situs https://jagaaset.kuningankab.go.id.


Melalui platform tersebut, investor dapat mengakses berbagai informasi penting mengenai aset daerah, mulai dari lokasi, luas tanah, status legalitas, peta digital, hingga potensi pemanfaatannya.


Kehadiran katalog digital ini diharapkan dapat meningkatkan transparansi sekaligus mempermudah proses penjajakan kerja sama antara pemerintah daerah dengan calon investor.


Kepala BPKAD Kabupaten Kuningan, Deden Kurniawan, mengungkapkan bahwa pemanfaatan aset daerah melalui skema kerja sama dengan pihak ketiga selama ini telah memberikan kontribusi terhadap PAD sekitar Rp12 miliar setiap tahun.


Salah satu contoh keberhasilan optimalisasi aset tersebut terlihat pada kawasan Botanika. Kawasan ini mampu memberikan kontribusi sekitar Rp1,6 miliar per tahun yang berasal dari sewa, pembagian keuntungan, pajak, serta sumber pendapatan lainnya.


Selain menghasilkan pendapatan, kerja sama pengelolaan kawasan tersebut juga memberikan keuntungan dari sisi efisiensi anggaran. Pasalnya, biaya pemeliharaan kawasan tidak lagi menjadi beban pemerintah daerah.


Investasi Diharapkan Buka Lapangan Kerja


Melalui Kuningan Investment Summit 2026, Pemkab Kuningan berharap semakin banyak aset daerah yang dapat dikelola secara produktif melalui pola kerja sama yang saling menguntungkan.


Optimalisasi aset tidak hanya diarahkan untuk meningkatkan pendapatan daerah, tetapi juga diharapkan mampu mendorong pertumbuhan ekonomi, menciptakan peluang usaha, serta menyerap tenaga kerja lokal.


Dengan semakin terbukanya peluang investasi, masyarakat diharapkan turut merasakan manfaat melalui peningkatan kesempatan kerja dan kesejahteraan ekonomi.


Kuningan Investment Summit 2026 menjadi salah satu upaya Pemkab Kuningan dalam mengubah aset yang sebelumnya belum produktif menjadi sumber kekuatan ekonomi baru.

×
Berita Terbaru Update