Notification

×

Iklan

Iklan

MENTAN AMRAN SIAPKAN SOLUSI PERMANEN, JAGUNG MELIMPAH DISIMPAN UNTUK LINDUNGI PETERNAK!

7 November 2026 | November 07, 2026 WIB Last Updated 2026-11-06T23:25:41Z


Pemerintah menyiapkan langkah strategis untuk melindungi petani jagung dan peternak dari gejolak harga serta kelangkaan bahan baku pakan.



Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menggagas integrasi petani jagung, peternak, koperasi, dan Bulog dalam satu ekosistem dari hulu hingga hilir.

Melalui skema ini, ketika produksi jagung melimpah, hasil panen akan diserap Bulog dan disimpan melalui mekanisme resi gudang. Nantinya, stok tersebut dapat dimanfaatkan kembali oleh peternak saat memasuki musim paceklik, khususnya September hingga November.

Tak hanya itu, pemerintah juga mengalihkan anggaran sekitar Rp3,7 triliun untuk mendukung petani jagung dan peternak. Anggaran tersebut berasal dari pengurangan sejumlah belanja yang dinilai bukan prioritas mendesak.

Dampak dukungan ini mulai dirasakan peternak. Melalui program SPHP, jagung yang sebelumnya mencapai Rp7.800 per kilogram di pasaran dapat diperoleh peternak dengan harga Rp5.500 per kilogram.

Mentan Amran menegaskan, koperasi yang sudah berjalan akan diperkuat, bukan dibubarkan. Pemerintah juga berkomitmen mengawal tata niaga telur agar peternak mendapatkan harga jual yang layak.

Langkah ini diharapkan menjadi solusi jangka panjang: petani memiliki kepastian pasar, peternak mendapatkan pasokan pakan dengan harga lebih terjangkau, dan keberlangsungan usaha peternakan semakin terjamin.

Bukan sekadar menjaga stok jagung, tetapi membangun ekosistem yang melindungi petani dan peternak Indonesia dari hulu hingga hilir.
×
Berita Terbaru Update