Rombongan tersebut bergerak menuju arah barat meski gerimis mulai membahasahi sepanjang jalan hingga tiba di Pasar Minggu, Kecamatan Palimanan, Kabupaten Cirebon.
Di Pasar Minggu, Imron beserta rombongan tampak berkeliling ke sejumlah kios pedagang beras yang kini harganya bergejolak.
"Harga beras naik, ya? Nanti, saya cari penyebabnya apa," kata Imron Rosyadi saat berbincang dengan pedagang beras di Pasar Palimanan.
Ia pun tampak mendatangi kios pedagang lain untuk menanyakan perkembangan harga-harga kebutuhan pokok masyarakat di pasar tersebut.
"Sekarang saya mengajak dinas terkait, mereka akan menelusuri penyebab kenaikan harga dan mencarikan solusinya," ujar Imron Rosyadi.
Pihaknya mengakui, sejumlah pedagang yang ditemuinya mengeluhkan kenaikan harga bahan pokok, khususnya beras yang kini mencapai Rp 12500 perkilogram dari harga normalnya Rp 10 ribu.
Imron berjanji bakal berupaya maksimal untuk menstabilkan harga beras dan kebutuhan pokok lainnya, di antaranya, melalui operasi pasar murah untuk mengintervensi harganya.
"Saat ini, kami cari tahu penyebab kenaikan harganya, apakah akibat faktor cuaca atau pasokannya berkurang, karena kelangkaan juga memicu gejolak harga," kata Imron Rosyadi.
Setelah dari Pasar Minggu Palimanan, Imron dan rombongan pun melanjutkan perjalanan menuju Kecamatan Dukupuntang, Kabupaten Cirebon.
Ia meninjau sejumlah rumah tidak layak huni (rutilahu) yang berada di Desa Kedongdong Kidul dan Desa Cipanas, Kecamatan Dukupuntang, Kabupaten Cirebon.
"Kondisinya sangat memprihatinkan, sehingga kami akan menggandeng Baznas Kabupaten Cirebon untuk membantu perbaikannya agar lebih layak," ujar Imron Rosyadi.
Imron menyampaikan, kegiatan touring kali ini merupakan agenda rutin yang dilaksanakan setiap bulan untuk mendatangi langsung masyarakat.
SC : Tribun Jabar



