Selain terjadi di sejumlah desa-desa di kawasan Kabupaten Karawang, fenomena kecanduan obat terlalrang jenis eximer dan tramadol juga marak di kawasan desa yang ada di jalur pantai utara (pantura). Salah satunya desa Eretan, Indramayu.
Nanang Toryani salah satu warga Eretan menuturkan, fenomena penggunaan obat-obat terlarang itu marak terjadi di anak-anak muda desa. Penggunannya rata-rata ABG. Tak hanya laki-laki tapi juga banyak anak remaja putri yang meminumnya.
"Ini sebetulnya sudah sangat meresahkan, karena mereka yang mengonsumsinya banyak juga yang masih sekolah. Padahal sudah banyak yang sakit dan meninggal karena obat-obatan," tuturnya.
Tak hanya kalangan ABG. Tramadol juga banyak dikonsumsi oleh orang-orang tua. Pasalnya, selain murah, obat yang dikenal juga dengan sebutan PCC (Paracetamol Caffein Cariprodol) atau yang biasa disebut Carisoprodol generiknya. Patennya yang tenar juga biasa disebut Somadril.
"Ya penggunanya dari berbagai kalangan, mulai dari anak muda, tukang beca hingga pegawai pemerintahan. Awalnya mereka penasaran mencoba karena penuturan dari orang yang udah kecanduan. Lama-lama ikut kecanduan juga," tutur salah satu pemuda Eretan yang bisa disapa Jabal itu.
Karena itu, Jabal berharap, ada tindakan yang tegas dari aparat desa dan kepolisian untuk menangkap pengedarnya dan memberikan sosialisasi bahaya dari Tramadol itu.
"Jangan terkesan dibiarkan dan seolah-olah obat ini tidak berbahaya," tegasnya.
Sebelumnya, sebuah kisah mengerikan terkuak di Desa Mulyajaya, Kecamatan Kutawaluya, Kabupaten Karawang. Kepala Desa setempat, Endang Macan Kumbang, mengungkapkan bahwa ratusan warganya, mulai dari anak-anak Sekolah Dasar (SD) hingga nenek-nenek, terjerat kecanduan obat terlalrang, jenis eximer dan tramadol.
Dilansir dari Pojoksatu (Jawa Pos Grup), Endang menuturkan, semua berawal saat dirinya menerima laporan dari warga bahwa di desanya yang menyebutkan ada seorang bandar narkoba yang bebas beroperasi. Si bandar tersebut dikabarkan dengan santainya menjual barang-barang terlarang seperti eximer dan tramadol.
Mendengar hal itu, Endang tidak tinggal diam, ia segera melakukan investigasi mendalam dan menemukan bahwa laporan tersebut benar adanya. Penangkapan tersebut berhasil mengamankan sejumlah obat-obatan terlarang dari tangan bandar tersebut.
Namun, hal yang paling mengkhawatirkan adalah fakta bahwa pelaku menjual obat-obatan terlarang ini kepada berbagai kelompok usia, termasuk anak-anak SD dan bahkan para lansia.
SC : jawapos



