Hal itu disampaikan Kepala Desa Sibubut, Abidin saat ditemui di sela-sela kegiatan penyaluran air bersih yang dilakukan BPBD Kabupaten Cirebon, Rabu (2/8/2023).
Menurutnya, kekeringan yang berdampak pada krisisnya air bersih di desanya terakhir terjadi pada tahun 2015-2016.
Saat itu, debit air Sungai Ciwaringin yang menjadi andalan manakala terjadinya kekurangan air bersih itu surut.
Bahkan saat itu, sungai yang melintasi desa bisa digunakan untuk berolahraga.
"Selama tiga tahun ke belakang tidak ada kekeringan, justru kelebihan air."
"Dulu pernah tahun 2015 atau 2016 sungai Ciwaringin sampai habis dan bahkan bisa digunakan bermain sepak bola," ujarnya
Kini usai 7 tahun lamanya, kekeringan berujung kekurangan air bersih kembali terjadi di desanya.
Bahkan, sebanyak 1.171 Kepala Keluarga (KK) sudah mengeluh dengan berharap ada bantuan air bersih dari pemerintah.
Beruntung tak membutuhkan waktu lama, BPBD Kabupaten Cirebon pun mendistribusikan bantuan air bersih usai pemerintah desa melaporkan kejadian yang dialami warga.
"Pertama, kami atas nama pemerintah Desa Cibubut mengucapkan Terima kasih kepada BPBD, wabilkhusus kepada Bupati Imron karena dalam waktu yang singkat sekali, memberikan bantuan yang langsung direspon."
"Ini karena, dalam beberapa waktu ke belakang kurang lebih selama dua minggu ini, masyarakat sudah mengeluh adanya sumur-sumur yang sudah kekeringan."
"Kalau data lengkapnya harus berkoordinasi dulu dengan para kadus, tapi yang jelas semua blok sudah mengeluh dan melaporkan mengalami kekeringan dan membutuhkan air bersih."
"Di Desa Cibubut sendiri ada 19 RT, dibagi menjadi dua dusun dan beberapa blok. Jumlah penduduk ada 3.365 jiwa, kalau KK ada 1.171."
"Untuk mandi saja, masyarakat hanya bisa menggunakan air untuk keperluan di pagi hari," ucap dia.
Sebelum mendapatkan air bersih, kata Abidin, masyarakat terpaksa menggunakan air sungai untuk keperluan rumah tangga.
SC : Tribunjabar



