Wakil Gubernur Jawa Barat Erwan Setiawan menegaskan bahwa peringatan Hari Anak Nasional (HAN) bukan sekadar seremoni tahunan, melainkan momentum reflektif untuk memperkuat komitmen bersama dalam melindungi anak-anak Indonesia.
Hal itu disampaikan Wagub saat menghadiri peringatan HAN tingkat Provinsi Jawa Barat, di Sport Jabar Arcamanik, Kota Bandung, Minggu (27/7/2025).
"Hari Anak Nasional ini bukan sekadar seremoni, tetapi momen penting untuk memperkuat komitmen kita dalam menjamin masa depan yang layak bagi anak-anak," ujar Erwan.
Mengusung tema "Anak Hebat, Indonesia Kuat Menuju Indonesia Emas 2045", peringatan HAN 2025 di Jawa Barat difokuskan pada pelestarian budaya lokal melalui permainan tradisional dan ekspresi seni anak.
Salah satu kegiatan unggulan adalah _Ulinpiade_, ajang _kaulinan barudak_ Sunda yang mendapat apresiasi tinggi dari Pemda Provinsi Jawa Barat.
"Kegiatan ini bukan hanya melestarikan budaya, tetapi juga menumbuhkan semangat gotong royong, sportivitas, dan ekspresi diri anak-anak dalam ruang yang aman dan menyenangkan," tambahnya.
Erwan juga menyoroti perubahan pola interaksi anak-anak di era digital. Ia mengajak orang tua dan pendidik untuk lebih peduli terhadap pembentukan karakter dan budi pekerti sejak usia dini.
"Sekarang anak-anak baru istirahat, guru belum keluar dari kelas, mereka sudah langsung main gadget. Kita tidak melarang mereka mengenal teknologi, tapi ada hal-hal yang belum saatnya mereka tahu. Jangan sampai anak-anak kita menjadi ‘tua sebelum waktunya’," tegasnya.
Dalam kesempatan itu, diberikan pula piagam Rekor MURI atas penyelenggaraan permainan tradisional terbanyak dengan mengenakan kebaya. Kegiatan ini dinilai sebagai bentuk pelestarian budaya yang dikemas secara kreatif dan kekinian.
Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) Arifatul Choiri Fauzi yang turut hadir menyampaikan bahwa peringatan HAN ke-41 tahun ini mengusung pendekatan baru. Tidak lagi terpusat di satu kota, kegiatan HAN dilaksanakan serentak di seluruh sekolah di Indonesia.



