Universitas Padjadjaran bersama Universiti Malaya (UM), Malaysia, mengembangkan program pengabdian kepada masyarakat bertajuk “Desa Aman Migrasi: Pembinaan Keluarga dan Calon Pekerja Migran” di Desa Babakan Mulya, Kecamatan Jalaksana, Kabupaten Kuningan.
Program yang berlangsung sejak November 2025 hingga Juni 2026 ini bertujuan memperkuat perlindungan calon pekerja migran sekaligus membangun ketahanan keluarga di salah satu desa dengan jumlah pekerja migran yang tinggi di Jawa Barat.
Program ini dipimpin dosen Departemen Kesejahteraan Sosial Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Unpad, Dyana Chusnulitta Jatnika, S.Kesos., M.Sc., bersama tim yang terdiri atas Prof. Dra. Binahayati Rusyidi, M.S.W., Ph.D. dan Dr. Hery Wibowo, S.Psi., M.M. Dari Universiti Malaya, program melibatkan Assoc. Prof. Dr. Mashitah Binti Hamidi, Kepala Population and Migration Research Center, serta Assoc. Prof. Dr. Fonny Dameaty Hutagalung, Kepala Family Research and Development Centre.
Program ini juga melibatkan mahasiswa program sarjana dan magister dari kedua perguruan tinggi sebagai bagian dari ruang pembelajaran lintas disiplin dan lintas negara. Desa Babakan Mulya dipilih sebagai lokasi pelaksanaan program karena memiliki sejarah panjang sebagai desa yang aktif dalam isu perlindungan pekerja migran.
Desa ini telah menyandang predikat Desa Peduli Buruh Migran sejak 2009 dan memiliki regulasi desa yang mengatur perlindungan pekerja migran. Meski demikian, tantangan seperti praktik rekrutmen nonprosedural, risiko perdagangan orang, serta perlindungan sosial bagi keluarga pekerja migran masih menjadi perhatian.
Program Desa Aman Migrasi dirancang menggunakan pendekatan ekologis yang menyasar berbagai lapisan, mulai dari pemerintah desa, komunitas, hingga individu dan keluarga calon pekerja migran. Melalui pendekatan ini, program berupaya memperkuat kapasitas pemerintah desa dalam tata kelola migrasi, meningkatkan literasi masyarakat mengenai migrasi aman, serta memberikan pembinaan langsung kepada calon pekerja migran dan keluarganya.
Selama enam bulan pelaksanaan, program dibagi ke dalam empat tahapan utama. Tahap awal difokuskan pada pemetaan pemangku kepentingan, asesmen kondisi desa, dan penguatan kemitraan antara perguruan tinggi dan pemerintah desa. Tahap berikutnya diwujudkan melalui penyelenggaraan Kelas Pembinaan Calon Pekerja Migran yang membahas prosedur migrasi aman, hak-hak pekerja migran, serta penguatan ketahanan psikososial bagi calon pekerja migran dan keluarganya.
Selain itu, program juga menghadirkan Forum Dialog Partisipatif yang melibatkan pemerintah desa, kader perempuan, keluarga pekerja migran, tokoh masyarakat, hingga pendamping desa. Forum ini menggunakan pendekatan Community-Based Participatory Research (CBPR) yang menempatkan masyarakat sebagai mitra aktif dalam mengidentifikasi tantangan migrasi dan merumuskan rekomendasi aksi bersama.
Melalui program ini, Unpad dan Universiti Malaya berupaya menghadirkan model perlindungan pekerja migran yang berbasis komunitas dan dapat direplikasi di daerah lain. Kolaborasi tersebut juga menjadi wujud komitmen kedua perguruan tinggi dalam menghubungkan hasil riset dengan kebutuhan nyata masyarakat.
Program Desa Aman Migrasi diharapkan dapat berkontribusi pada peningkatan perlindungan sosial dan pemberdayaan masyarakat desa migran, sekaligus mendukung pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs), khususnya SDG 8 tentang Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi, SDG 10 tentang Berkurangnya Kesenjangan, serta SDG 16 tentang Perdamaian, Keadilan, dan Kelembagaan yang Tangguh.
Sumber :
Sumber :

