Pemerintah menyiapkan rencana besar yang menyangkut akses layanan perbankan bagi masyarakat Indonesia. Lebih dari 200 juta warga ditargetkan memiliki rekening bank, bahkan masing-masing rekening disebut akan mendapatkan dana awal Rp50 ribu.
Rencana tersebut mencuat setelah Presiden Prabowo Subianto meminta jajarannya memastikan setiap warga negara Indonesia memiliki rekening bank.
Arahan itu disampaikan dalam rapat terbatas di Istana Kepresidenan, Jakarta, Senin (7/9/2026).
Pemerintah Siapkan Rekening untuk 200 Juta Lebih Warga
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan rekening tersebut nantinya akan dipersiapkan melalui bank-bank yang tergabung dalam Himbara.
Jika seluruh target terealisasi, jumlah rekening yang dibuka bisa mencapai lebih dari 200 juta.
Tak hanya membuka rekening, pemerintah juga merencanakan pemberian dana awal sebesar Rp50 ribu untuk setiap rekening.
Angka tersebut memang terlihat kecil jika diberikan kepada satu orang. Namun, jika dikalikan dengan lebih dari 200 juta rekening, kebutuhan anggarannya menjadi sangat besar.
Pemerintah memperkirakan total anggaran yang diperlukan mencapai sekitar Rp11 triliun.
Rp50 Ribu untuk Setiap Rekening, Apa Tujuannya?
Rencana pemberian dana awal tersebut membuat program ini menjadi perhatian publik.
Kebijakan membuka rekening secara luas dinilai berkaitan dengan upaya memperluas akses masyarakat terhadap layanan keuangan formal. Dengan memiliki rekening, masyarakat diharapkan semakin mudah terhubung dengan berbagai layanan perbankan.
Namun, bagaimana mekanisme pemberian Rp50 ribu tersebut dan siapa saja yang nantinya berhak menerima masih menjadi bagian penting yang perlu ditunggu penjelasan lebih lanjut dari pemerintah.
Presiden Prabowo Ingin Setiap WNI Punya Rekening
Arahan Presiden Prabowo untuk memperluas kepemilikan rekening bank menunjukkan adanya dorongan agar akses masyarakat terhadap sistem keuangan semakin luas.
Pelaksanaan program tersebut akan melibatkan bank Himbara sebagai salah satu kanal utama.
Dengan jumlah sasaran yang mencapai lebih dari 200 juta orang, program ini berpotensi menjadi salah satu kebijakan dengan cakupan penerima terbesar.
Di sisi lain, kebutuhan anggaran sekitar Rp11 triliun juga membuat program tersebut menjadi sorotan. Pemerintah perlu memastikan mekanisme penyaluran, penggunaan dana awal, serta pengawasan berjalan secara transparan dan tepat sasaran.
Jadi, Benarkah 200 Juta Warga Akan Dapat Rp50 Ribu?
Rencana ini bukan sekadar soal membuka rekening baru. Pemerintah juga menyiapkan dana awal Rp50 ribu untuk masing-masing rekening dengan estimasi anggaran sekitar Rp11 triliun.
Namun, masyarakat masih perlu menunggu rincian teknis mengenai kapan rekening mulai dibuka, siapa penerimanya, bagaimana mekanisme pemberian dana, dan apakah seluruh warga akan otomatis mendapatkan Rp50 ribu tersebut.
Jika terealisasi sesuai rencana, kebijakan ini akan menjadi langkah besar pemerintah dalam memperluas akses masyarakat terhadap layanan perbankan di Indonesia.



