NASIONAL, - Kementerian Keuangan menyebut rokok adalah komponen pengeluaran terbesar ke dua bagi rumah tangga miskin.
Sri Mulyani Indrawati mengungkapkan pengeluaran untuk rokok lebih tinggi dari protein.
Dalam rapat kerja dengan Komisi XI DPR, Sri Mulyani menjelaskan selama 5 tahun terakhir rata-rata kenaikan tarif cukai sebesar 11,5%.
Hal ini berdampak pada penurunan produksi rokok domestik dan pertumbuhan penerimaan rata-rata sebesar 7,5%.
Dia menyebutkan penerimaan cukai HT berkontribusi sebesar 12,2% dari penerimaan negara.
Sri Mulyani jelaskan rokok kretek filter di perkotaan menduduki urutan kedua pengeluaran masyarakat.
Pertama diisi oleh beras 19,38%, lalu rokok kretek filter 12,21%, daging ayam ras 4,63%.
Sedangkan di perdesaan beras menduduki urutan pertama 23,04%, rokok kretek filter 11,63%, telur ayam ras 3,49%.



