Notification

×

Iklan

Iklan

Bubur Sura, Tradisi Kuliner Muharram yang Sarat Makna Syukur dan Kebersamaan

28 Juni 2026 | Juni 28, 2026 WIB Last Updated 2026-06-28T07:15:16Z


CIREBON – Kehadiran Bubur Sura atau Bubur Suro selalu menjadi momen yang dinantikan masyarakat setiap memasuki bulan Muharram. Hidangan tradisional yang hanya dapat dijumpai setahun sekali ini bukan sekadar sajian kuliner, tetapi juga menjadi warisan budaya yang sarat dengan nilai-nilai spiritual, kebersamaan, dan rasa syukur.




Di berbagai daerah, termasuk wilayah Cirebon dan sekitarnya, tradisi memasak Bubur Sura masih terus dilestarikan. Proses pembuatannya dilakukan secara gotong royong oleh warga maupun keluarga dengan menggunakan beragam bahan seperti beras, santan, rempah-rempah, serta aneka pelengkap yang menghasilkan cita rasa gurih dan khas.





Lebih dari sekadar makanan, Bubur Sura menjadi simbol ungkapan syukur kepada Allah SWT atas nikmat kehidupan yang telah diberikan. Tradisi ini juga menjadi sarana untuk mempererat silaturahmi, karena bubur biasanya dibagikan kepada tetangga, kerabat, hingga masyarakat sekitar sebagai bentuk kepedulian dan kebersamaan.





Di balik setiap semangkuk Bubur Sura tersimpan doa dan harapan agar tahun baru Islam membawa keberkahan, keselamatan, kesehatan, serta rezeki yang melimpah bagi seluruh keluarga. Nilai-nilai tersebut menjadikan Bubur Sura bukan hanya bagian dari tradisi kuliner, tetapi juga media untuk memperkuat hubungan sosial dan spiritual di tengah masyarakat.




Suasana memasak bersama, berkumpul, hingga menikmati Bubur Sura bersama keluarga menciptakan kehangatan yang menjadi ciri khas perayaan Muharram. Momen ini mengingatkan bahwa tradisi bukan hanya untuk dikenang, melainkan harus terus diwariskan kepada generasi muda agar nilai-nilai luhur yang terkandung di dalamnya tetap hidup.




Di tengah perkembangan zaman dan semakin beragamnya pilihan kuliner modern, Bubur Sura tetap memiliki tempat istimewa di hati masyarakat. Kehadirannya setiap bulan Muharram menjadi penanda datangnya Tahun Baru Islam sekaligus pengingat pentingnya menjaga tradisi, memperkuat persaudaraan, dan menanamkan rasa syukur dalam setiap langkah kehidupan.





Karena hanya hadir sekali dalam setahun, Bubur Sura menjadi hidangan yang selalu dirindukan. Bukan hanya karena kelezatannya, tetapi juga karena makna mendalam yang menyertai setiap suapan, menjadikannya simbol kebersamaan, doa, dan harapan akan kehidupan yang lebih baik di tahun yang baru.

×
Berita Terbaru Update